11 - ImanUpdate

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (3)

12
×

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (3)

Sebarkan artikel ini

Salah seorang sahabat yang hadir berkata kepada beliau, “Wahai, Rasulullah. Berdoalah kepada Allah agar mengizinkan kita untuk menaklukkan kota-kota itu, memberikan anak cucu mereka kepada kita sebagai ghanimah serta menghancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.”

Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya.

Lanjut beliau, “Kemudian, aku memukul untuk yang kedua kalinya, maka diperlihatkan kepadaku kota-kota Roma dan sekitarnya, sehingga aku dapat melihatnya dengan kedua mataku.”

Mereka berkata, “Wahai, Rasulullah. Berdoalah kepada Allah agar mengizinkan kita untuk menaklukkan kota-kota itu, memberikan anak cucu mereka kepada kita sebagai ghanimah, serta menghancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mendoakannya.

Lalu, beliau bersabda, “Kemudian, aku memukul untuk yang ketiga kalinya, maka diperlihatkan kepadaku kota-kota Habasyah dan negeri-negeri sekitarnya, sehingga aku dapat melihatnya dengan kedua mataku,”

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkan Habasyah selama mereka membiarkan kalian, dan biarkanlah Turki selama mereka membiarkan kalian.”

[Ibnu Katsir berkata dalam Al-Bidayah (4/102): Demikian ini diriwayatkan oleh Nasa’i secara panjang lebar. Sedangkan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari kisah di atas hanyalah, “Biarkan Habasyah selama mereka membiarkan kalian, dan biarkanlah Turki selama mereka membiarkan kalian.”].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Jarir dari ‘Amr bin ‘Auf Al-Muzani-la menyebutkan hadis yang di dalamnya disebutkan: Lalu, datanglah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau mengambil kapak dari tangan Salman.

Beliau pun memukul batu besar itu dengan satu pukulan yang dapat membelahnya dan muncul darinya sinar cemerlang yang menyinari seluruh kota Madinah, sehingga terlihat seperti lampu di tengah malam yang gelap.

Maka bertakbirlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir kemenangan dan bertakbir pula kaum muslimin.

Kemudian, beliau memukulnya untuk yang kedua kalinya seperti itu pula.

Kemudian, pukulan yang ketiga seperti itu pula.

Salman dan kaum muslimin menyampaikan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya kepada beliau tentang sinar itu.