Ternyata peci itu hanyalah sebuah peci yang telah usang. Lalu Khalid berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamihi sallam melakukan umrah, beliau mencukur rambutnya.
Maka orang-orang berlomba-lomba untuk mengambil potongan rambut beliau di sekitarnya.
Namun aku mendahului mereka dengan mengambil potongan rambut beliau yang masih ada di ubun-ubunnya.
Lalu aku meletakkan potongan rambut itu di dalam peci ini. Maka setiap kali aku mengikuti satu peperangan sedangkan aku membawa peci tersebut, aku mendapatkan pertolongan dari Allah.”
[Haitami (9/349) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dan Abu Ya’la dengan lafal yang sebagian besarnya sama, dan para perawi mereka adalah perawi kitab Shahih.
Ja’far telah mendengar langsung dari beberapa orang sahabat. Aku tidak mengetahui apakah ia mendengar langsung dari Khalid ataukah tidak].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Al-Hakim (3/299) dari Abdul-Hamid bin Ja’far dari ayahnya dengan lafal yang sama.
[Dzahabi berkata: Sanadnya mungathi’].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam Kitab Dalâ ilun- Nubuwwah (hal. 159) dari Abdul-Hamid bin Ja’far dari ayahnya dengan lafal yang sama.
Disebutkan dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (7/31) dari Abdul-Hamid bin Ja’far dari ayahnya, ia berkata: Di dalam peci milik Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu terdapat potongan rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Khalid berkata, “Setiap kali aku menghadapi musuh, sedangkan peci itu ada di atas kepalaku, maka pasti aku mendapatkan kemenangan.”
[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim].






