AL-HAKIM (3/472) meriwayatkan beserta sanadnya dari Mutharrif bin Abdullah, dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa la berkata: “Ketahuilah wahai Mutharrif, bahwa (selama aku sakit,) para malaikat biasa mengucapkan salam kepadaku di dekat kepalaku, di dekat Baitullah, dan di dekat pintu Hijir Isma’il.
Namun setelah aku berobat dengan patri, maka hal itu tidak lagi terjadi.”
Kemudian ketika luka bekas patriannya sembuh, ‘Imran berkata kepadaku, “Ketahuilah wahai Mutharrif!
Bahwa sekarang datang kembali kepadaku apa yang dahulu telah pergi dariku.
Rahasiakanlah hal ini wahai Mutharrif! Sampai aku mati.”
Menurut riwayat Ibnu Sa’d (4/289) dari Mutharrif, la berkata: ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma berkata kepadaku, “Apakah kamu tahu bahwa aku biasa mendapatkan ucapan salam dari malaikat (selama sakit)?
Lalu setelah aku berobat dengan patri, maka ucapan salam itu tidak lagi datang.”
Maka aku pun bertanya, “Apakah ucapan salam itu datang dari arah kepalamu ataukah dari arah kedua kakimu?” ‘
Imran berkata, “Bukan dari arah kaki, akan tetapi dari arah kepalaku.”
Maka aku berkata, “Sepertinya kamu tidak akan meninggal sebelum kamu mendapatkan ucapan salam lagi dari para malaikat.”
Lalu setelah itu, ia berkata kepadaku, “Tahukah kamu bahwa ucapan salam itu telah kembali aku dapatkan?”
Tidak lama kemudian, ‘Imran bin Hushain pun wafat.
Ibnu Sa’d (4/288) meriwayatkan beserta sanadnya dari Qatadah bahwa para malaikat biasa menjabat tangan ‘Imran bin Hushain sebelum ia berobat dengan patri.
Lalu setelah berobat dengan patri, malaikat tidak mau lagi menyalaminya.






