ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Hilyatul-Auliya’ (1/297) dari Sa’id bin Abu Hilal, bahwa Abdullah bin Umar singgah di Juhfah dalam keadaan sakit.
la berkata, “Aku ingin sekali makan ikan yang besar. Orang-orang yang menyertainya pun mencarikan ikan untuknya, namun mereka hanya mendapatkan satu ekor.
Kemudian, ikan itu diambil oleh istrinya, yaitu Shafiyyah binti Abu ‘Ubaid.
la pun memasaknya, lalu menyajikannya kepada Ibnu Umar.
Kemudian, datanglah seorang miskin berdiri di hadapannya. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâ berkata kepadanya, “Ambillah ikan ini!”
Istrinya berkata, “Subhanallah! Engkau telah membuat kami lelah, dan kita pun masih punya bekal lainnya yang dapat kita berikan kepadanya.”
Ibnu Umar berkata, “Sesungguhnya, Abdullah menyukai ikan itu.” (Yakni justru apa yang disukai itulah yang hendaknya diberikan orang lain).
Abu Nu’aim meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari jalur sanad Umar bin Sa’d dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
Dalam riwayat itu disebutkan: Istri Ibnu Umar berkata, “Kita berikan saja uang satu dirham kepadanya. Itu lebih berharga baginya daripada ikan ini. Dan kamu turutilah rasa keinginanmu untuk makan ikan.”
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâ menjawab, “Rasa keinginanku adalah apa yang ingin aku lakukan.”




