8 - Zuhud

Para Sahabat Nabi SAW Rela Menginfakkan Harta yang Dicintai Demi Meraih Ridho Allah (2)

35
×

Para Sahabat Nabi SAW Rela Menginfakkan Harta yang Dicintai Demi Meraih Ridho Allah (2)

Sebarkan artikel ini

Dalam Shahihul-Bukhari ada tambahan setelahnya: (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:) “Aku telah mendengar apa yang kamu katakan dan menurutku, hendaknya kamu menyedekahkan kebun itu kepada karib-kerabatmu.”

Abu Thalhah berkata, “Saya akan melakukannya, wahai Rasulullah!”

Kemudian, Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu membagi-bagikannya kepada karib-kerabatnya dan juga saudara-saudara sepupunya.

SA’ID bin Manshur, Abd bin Humaid, ibnul Mundzir, ibnu Abi Hatim meriwayatkan beserta sanadnya dari Muhammad bin Munkadir, ia berkata: Ketika turun ayat: “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai.” (QS. Ali Imrán: 92).

Datanglah Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu dengan membawa kuda miliknya yang bernama Syiblah.

Tidak ada satu harta pun miliknya yang lebih la sukai daripada kuda itu.

Lalu, ia berkata, “Kuda itu saya sedekahkan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima sedekahnya itu, dan menyerahkan sedekah berupa kuda itu kepada anak Zaid, yaitu Usamah radhiyallahu ‘anhu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memahami perasaan Zaid pada raut wajahnya, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya, Allah telah menerima sedekahmu.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Jarir dari ‘Amr bin Dinar, dengan lafal yang sama, juga oleh Abdurrazaq dan ibnu Jarir dari Ayyub dengan lafal yang semakna, sebagaimana dalam kitab Ad-Durrul-Mantsûr (2/50).

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Hilyatul-Auliya’ (1/163) dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Dalam harta ada tiga pihak yang berhak terhadapnya:

(1). Takdir; la tidak akan berunding denganmu membawa kebaikan atau keburukannya dengan kehancuran ataupun kematian.

(2). Ahli waris; la menunggu kapan kamu akan meletakkan kepalamu (meninggal dunia), kemudian la akan mengambil semuanya, sedangkan kamu dalam keadaan tercela.

(3). Kamu sendiri, kalau bisa, janganlah kamu menjadi yang terlemah di antara ketiganya itu, karena Allah ‘azza wajalla berfirman : “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintal.” (QS. Ali Imran: 92).

Ingatlah! Bahwasanya unta ini termasuk hartaku yang paling aku cintai. Maka aku ingin menyimpannya untuk diriku di akhirat.” (Yakni ia menyedekahkannya).

error: Content is protected !!