Maka Mughirah menusuk permadani itu dengan tombaknya hingga robek agar musuh menganggapnya sebagai pertanda buruk bagi mereka.
Dzul-Hajibain berkata kepada Mughirah, “Wahai orang Arab! Sungguh, kalian telah mengalami kelaparan sedemikian rupa, juga kesukaran hidup, sehingga kalian pergi meninggalkan negeri kalian.
Jika kalian setuju, kami akan memberikan bantuan bahan makanan kepada kalian, dan silakan kalian pulang kembali ke negeri kalian.”
Lalu Mughirah radhiyallahu ‘anhu berbicara dengan memuji Allah lebih dahulu, dan berkata, “Kami, orang-orang Arab, dahulu biasa memakan bangkai.
Bangsa lain telah menyerang kami, namun kami tidak mampu menyerang mereka.
Kemudian Allah mengutus salah seorang dari kami sebagai rasul, la memiliki nasab yang luhur, memiliki kemuliaan, dan paling benar dalam bicaranya.
Dan sesungguhnya, Rasul itu telah menjanjikan kepada kami bahwa negeri ini akan ditaklukkan untuk kami.
Dan kami telah mendapati bahwa semua yang ia janjikan benar.
Sungguhl Aku melihat disini ada berbagai pakaian dan perhiasan yang indah.
Aku merasa yakin bahwa orang-orang yang datang bersamaku tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum berhasil merebutnya.
Dan seterusnya hingga akhir hadis.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dari Ma’qil dengan lafal yang sebagian besarnya sama secara panjang lebar.
[Haitsami (6/217) berkata: Para perawinya adalah perawi Kitab Shahih selain ‘Alqamah bin Abdullah Al-Muzani, namun ia adalah rawi yang tsiqôt].






