Mereka pun bertanya, “Wahai, Rasulullah! Apakah kami akan diazab karena sebab amal perbuatan orang lain?”
Maka beliau mengulangi sabdanya itu kepada mereka dan mereka pun mengulangi pertanyaan yang sama, “Apakah kami akan diazab karena sebab amal perbuatan orang lain?”
Maka beliau kembali mengucapkan perkataan yang sama. Kemudian, mereka berkata, “Berilah kami tempo satu tahun.”
Akhirnya, beliau memberikan tempo kepada mereka satu tahun agar mereka memahamkan (agama) kepada tetangga-tetangganya, mengajarkan ilmu, dan etika kepada mereka.
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat:
لمِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا
يعتدون كانوا لا يتناهون عن منكر فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ) (القامة )
“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya, amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah: 78-79).
[Ibnus-Sakan berkata: Abza Al-Khuzai tidak meriwayatkan hadis lain selain hadis tersebut, dan sanadnya shälib.-Demikian dalam kitab Kanzul-Ummål (2/139)]





