1. Kesan Abu Hurairah dan Mu’awiyah Radhiyallahu ‘Anhum Terhadap hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
TIRMIDZI meriwayatkan beserta sanadnya (2/61) dari Walid bin Abu Walid Abu Utsman Al-Madani, bahwa ‘Uqbah bin Muslim memberitahunya, bahwa Syufay Al-Ashbahi memberitahunya, bahwa ketika ia memasuki Kota Madinah, ia mendapati seseorang bersama sekumpulan orang di hadapannya.
Lalu, Syufay berkata, “Siapakah orang itu?”
Orang-orang berkata, “Abu Hurairah.”
Maka aku pun mendekat kepadanya hingga duduk di depannya. Ketika ia berbicara kepada orang-orang setelah ia diam, aku berkata kepadanya, “Aku mohon dengan sungguh-sungguh kepadamu agar menyampaikan kepadaku sebuah hadis yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan benar-benar engkau pahami!”
Lalu, Abu Hurairah berkata, “Akan aku sampaikan. Sungguh, akan aku sampaikan kepadamu sebuah hadis yang diberitahukan kepadaku oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang benar-benar aku pahami.”
Kemudian, Abu Hurairah menarik nafas dalam dan pingsan. Kami pun menunggunya sebentar, kemudian ia siuman.
Lalu, ia berkata, “Sungguh, akan aku sampaikan kepadamu sebuah hadis yang diberitahukan kepadaku oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah ini, sedangkan tidak ada orang lain bersama kami selain aku dan beliau.”
Kemudian, Abu Hurairah menarik nafas dalam dan pingsan lagi.
Kemudian, ia siuman dan mengusap wajahnya, lalu berkata, “Akan aku sampaikan. Sungguh, akan aku sampaikan kepadamu sebuah hadis yang diberitahukan kepadaku oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah ini, sedangkan tidak ada orang lain bersama kami selain aku dan beliau.”
Kemudian, Abu Hurairah menarik nafas sangat dalam dan pingsan, hingga jatuh tersungkur.
Lalu, aku pun menyandarkannya ke tubuhku sekian lama.
Kemudian, Abu Hurairah siuman, lalu berkata: Aku diberitahu oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa apabila tiba hari kiamat, Allah tabaraka wata’ala akan turun kepada segenap hambanya untuk mengadakan pengadilan di antara mereka. Seluruh umat berlutut.
Lalu, orang yang pertama kali dipanggil adalah seseorang yang hafal Alquran, orang yang berperang di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.
Lalu, Allah berfirman kepada si Hafizh, “Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu wahyu yang telah Aku turunkan kepada Rasul-Ku?”
Ia berkata, “Benar, wahai Tuhanku!”





