BUKHARI (1/415) meriwayatkan beserta sanadnya dari Salamah radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah berbaiat kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Kemudian aku menuju ke naungan di sebatang pohon. Setelah orang-orang tinggal sedikit, beliau bersabda, “Hai lbnul-Akwa’! Maukah kamu melakukan baiat?”
Aku berkata, “Aku sudah melakukan baiat wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Lakukan sekali lagi.”
Lalu ia berbaiat lagi kepada beliau untuk yang kedua kalinya.
Aku berkata kepadanya, “Wahai Abu Muslim! Atas perkara apa kalian melakukan baiat pada hari itu?”
la berkata, “Untuk siap mati”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, sebagaimana dalam kitab ‘Umdatul-Qàri oleh Allamah ‘Aini (7/16), juga oleh Baihaqi (8/146), dan tbnu Sa’d (4/39).
Imam Bukhari (1/415) meriwayatkan pula beserta sanadnya dari Abdullah bin Zaid radhiyallâhu anhu, ia berkata: Ketika terjadi pertempuran Harrah, seseorang datang kepadanya, lalu berkata, “lbnu Hanzhalah sedang membaiat orang-orang untuk siap mati.”
Maka Abdullah bin Zaid berkata, “Aku tidak akan melakukan baiat atas perkara ini (kematian) kepada siapa pun sepeninggal Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam.”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Muslim, -sebagaimana dalam kitab ‘Umdatul-Qârî oleh ‘Allamah ‘Aini (7/15), juga oleh Baihaqi (8/146).






