AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Utbah bin ‘Abd As-Sulami bahwa Nabi shallalôhu alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Berangkatlah kalian, dan berperanglah (melawan orang-orang kafir)!”
Orang-orang mengatakan, “Baiklah wahai Rasulullah! Dan kami tidak akan mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Bani Israil kepada Musa ‘alaihis-salâm (sebagaimana disitir di dalam Al-Quran) : Mereka berkata: Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja.” (QS. Al-Ma’idah: 24).
Akan tetapi berangkatlah engkau bersama Tuhanmu wahai Muhammad! Dan kami akan turut berperang bersama kalian.”
(Haitsami (6/75) berkata: Para perawinya tsiqat].
Dan telah disebutkan sebelumnya dalam bab Jihad (pada jilid I), ucapan Miqdad radhiyalláhu ‘anhu dengan kata-kata yang serupa, dalam riwayat Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dan yang lainnya.
Juga ucapan Sa’d bin ‘Ubadah radhiyallôhu ‘anhu, “Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Seandainya Engkau memerintahkan kepada kami untuk mengendarai kuda-kuda kami mengarungi samudera, niscaya kami akan melakukannya.
Dan seandainya engkau mengatakan kepada kami untuk memacu unta-unta kami menuju Barkul-Ghimad (di Yaman), tentu kami akan melaksanakannya, dalam riwayat Ahmad dari hadis Anas radhiyallâhu anhu.
Telah disebutkan pula menurut riwayat lbnu Mardawaih, dari ‘Alqamah bin Waqqash Al-Laitsiy, ucapan Sa’d bin Mu’adz radhiyallâhu ‘anhu, “Demi Zat Yang telah memuliakanmu dan menurunkan Al-Qur’an kepadamu! Sungguh, saya sama sekali belum pernah menempuh jalan itu, dan saya tidak mengetahuinya.
Namun demikian, seandainya engkau berjalan hingga sampai ke Barkul-Ghimad yang berada di Yaman, kami akan terus berjalan bersamamu.
Dan kami tidak akan seperti orang-orang yang berkata kepada Musa ‘alaihis-salámn, ‘Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.’
Akan tetapi berangkatlah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, sedangkan kami akan mengikuti kalian. Barangkali semula engkau berangkat untuk maksud tertentu, namun Allah menghendaki sesuatu yang lain untukmu.






