7. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Terhadap Sekelompok Orang dari Kabilah Quraisy yang Ingin Berkhianat Pada Hari Perjanjian Hudaibiyah
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika terjadi hari perjanjian Hudaibiyah, turunlah delapan puluh orang dari penduduk Makah menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya dengan membawa senjata dari arah gunung Tan’im hendak menyerang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara tiba-tiba.
Maka beliau berdoa kepada Allah agar membereskan mereka. Akhirnya, mereka pun berhasil diringkus. -‘Affan (salah seorang rawi) berkata: Lalu, beliau memaafkan mereka- maka turunlah ayat “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Fath: 24).
Diriwayatkan pula oleh Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i. Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad dan Nasa’i dari hadis riwayat Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu secara panjang lebar.
Di dalamnya disebutkan: Kemudian, ketika kami dalam keadaan demikian, tiba-tiba keluarlah tiga puluh pemuda dengan senjata mereka menuju ke arah kami.
Lalu, mereka bergerak ke hadapan kami hendak menyerang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdoa kepada Allah untuk membereskan mereka.
Maka Allah ta’âlâ mencabut pendengaran mereka, lalu kami pun bergerak menghampiri mereka serta
menangkap mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Apakah kalian datang atas perjanjian dengan seseorang?”
-atau, “Apakah seseorang yang menjamin keamanan untuk kalian?”
– Merekapun menjawab, “Tidak.”
Maka beliau melepaskan mereka. Lalu Allah ta’âlâ menurunkan ayat: “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah koto Makah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat
apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Fath: 24).
[Demikian dalam kitab Tafsir ibnu Katsir (4/192)].




