Mereka berkata, “Dari Kabilah Kindah.”
Beliau bertanya “Kindah yang mana?”
Mereka berkata, “Dari Marga Bani ‘Amr bin Mu’awiyah.”
“Maukah kalian menuju kebaikan?” Tanya beliau.
“Kebaikan apakah itu?” Tanya mereka.
Beliau bersabda, “Kalian bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, mengerjakan shalat dan beriman terhadap apa yang datang dari sisi Allah.”
Abdullah bin Ajlah berkata: Aku diberitahu oleh ayahku dari para sesepuh dikalangan kaumnya bahwa Kabilah Kindah berkata kepada beliau, “Jika kelak engkau memperoleh kemenangan, maukah engkau memberikan kekuasaan kepada kami sepeninggalmu nanti?”
Maka Rasulullah shallallĂ´hu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya kekuasaan adalah milik Allah. Dia berhak memberikannya kepada orang yang Dia kehendaki.”
Mereka pun berkata, “Kami tidak memerlukan agama yang kamu bawa kepada kami.”
Al-Kalbi berkata: Mereka berkata, “Apakah kamu datang kepada kami untuk menghalangi kami dari tuhan-tuhan kami dan agar kami menentang seluruh bangsa Arab?
Kembalilah kamu kepada kaummu. Kami tidak memerlukanmu.”
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasalam pun pergi dari tempat mereka, lalu datang ke tempat singgah kabilah Bakr bin Wa’il.
Beliau pun bertanya, “Dari kabilah mana kalian?”
Mereka berkata, “Dari Kabilah Bakr bin Wa’il.”
Beliau bertanya lagi, “Dari Bakr bin Wa’ il, marga yang mana?”
Mereka berkata, “Dari Marga Bani Qais bin Tsa’labah.”
la berkata, “Bagaimana jumlah kalian?”
Mereka berkata, “Banyak seperti debu.”
Beliau bertanya, “Lalu bagaimana dengan kekuatan pertahanan kalian.”
Mereka berkata, “Tidak ada pertahanan. Kami hidup berdekatan dengan Persia. Maka kami tidak bisa melindungi diri kami dari mereka, tidak bisa pula melindungi seseorang dari mereka.”