18 - Berkah

MELIHAT MALAIKAT : Pengalaman dan Cerita Sahabat Rasul

2
×

MELIHAT MALAIKAT : Pengalaman dan Cerita Sahabat Rasul

Sebarkan artikel ini

1. ‘Aisyah dan Beberapa Orang Sahabat Melihat Jibril ‘AS

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Dala ilun-Nubuwwah (hal. 182) dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendengar suara seorang laki-laki.

Lalu beliau cepat-cepat bangkit dan menemuinya. Aku pun mengikuti beliau untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata laki-laki itu sedang bersandar pada bulu tengkuk seekor kuda Turki miliknya.

Dan ternyata menurut penglihatan mataku orang itu adalah Dihyah Al-Kalbi radhiyallahu ‘anhu. la mengenakan serban dengan membiarkan ujung serbannya terjuntai diantara kedua pundaknya.

Lalu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke dalam rumah, aku berkata, “Sungguh, tadi engkau bergerak demikian cepat. Kemudian aku keluar untuk melihat laki-laki itu. Ternyata ia adalah Dihyah Al-Kalbi.”

Beliau bertanya, “Apakah tadi kamu melihatnya?”

“Ya,” sahutku.

Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril. la menyuruhku agar aku berangkat menuju Kabilah Bani Quraizhah.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Sa’d (4/250) dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Abu Nu’aim (hal. 182) meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’id bin Musayyab dan seterusnya mengenai kisah peperangan melawan Kabilah Bani Quraizhah.

Didalamnya disebutkan: Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat. Beliau pun lewat di hadapan beberapa orang yang sedang duduk-duduk di tengah perjalanan menuju kabilah Bani Quraizhah.

Maka beliau bertanya, “Apakah tadi ada yang lewat di sini?”

Mereka menjawab, “Ya! Tadi, Dihyah Al-Kalbi lewat di sini dengan mengendarai seekor baghal berwarna kelabu dengan alas pelana berupa kain beludru dari sutra campuran.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “la bukan Dihyah, akan tetapi Jibril. la ditugaskan untuk pergi kepada Kabilah Bani Quraizhah.

la akan mengguncang benteng-bentengnya dan memasukkan rasa gentar di dalam hati mereka.”

2. Seorang Sahabat Anshar Melihat dan Berbicara dengan Jibril ‘AS

BAZZAR dan Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk salah seorang sahabat Anshar.

Ketika beliau telah mendekati rumahnya, beliau mendengar suara seseorang dari dalam rumah.

Setelah meminta izin untuk masuk rumah (dan diizinkan), beliau pun masuk menemuinya di dalam rumah, namun tidak melihat orang lain di sana.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Tadi aku mendengarmu berbicara dengan seseorang.”

la pun berkata, “Wahai Rasulullah! Tadi saya masuk ke dalam rumah, karena merasa risau terhadap komentar orang tentang penyakit demam yang menimpaku, lalu datanglah seseorang masuk ke dalam rumah.

Saya tidak pernah melihat orang lain selain engkau sebagai kawan duduk yang lebih baik ataupun pembicara yang lebih baik darinya.”

Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril. Sungguh, diantara kalian ada orang-orang yang seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkan sumpahnya itu.”

[Haitsami (10/41) berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Kabir dan Al-Mu’jamul-Ausath. Sanad-sanadnya hasan).

3. Ibnu ‘Abbas Melihat Jibril ‘AS Bersama Nabi SAW

AHMAD dan Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Ketika aku bersama ayahku di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, disisi beliau ada seorang laki-laki yang berbisik kepadanya.

Maka seakan-akan beliau berpaling dari ayahku. Lalu kami pun keluar dari tempat beliau. Ayahku berkata, “Hai anakku! Tidakkah kamu lihat, tadi saudara sepupumu itu sepertinya berpaling dariku?”

Aku berkata, “Wahai ayahku!Sesungguhnya tadi ada seseorang yang berbisik kepadanya.”

Lalu kami kembali kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam.

Ayahku berkata, “Wahai Rasulullah! Tadi aku berkata kepada Abdullah begini begini. Lalu ia berkata kepadaku bahwa ada seseorang yang berbisik kepadamu. Apakah tadi ada seseorang di sisimu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah tadi kamu melihatnya, hai Abdullah?”

“Ya,” sahutku.

Beliau bersabda, “Itu adalah Jibril ‘alaihis salam. la telah menyita perhatianku dari kalian.”

[Haitsami (9/276) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabarani dengan sanad-sanad bahwa para perawinya adalah perawi Kitab Shahih].

Menurut riwayat Thabarani dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Suatu ketika ‘Abbas menugaskan Abdullah radhiyallahu ‘anhuma kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan.

Lalu Ibnu Abbas mendapati seseorang bersama beliau. la pun pulang dan tidak jadi berbicara
kepadanya.

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah tadi kamu melihatnya (orang yang bersamaku)?”

“Ya,” sahut Ibnu Abbas.

Sabda beliau, “Itu adalah Jibril. Sungguh, Ibnu ‘Abbas tidak akan mati sebelum ia kehilangan pandangan matanya dan diberi ilmu (yang banyak).”

[Haitsami (9/277) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dengan beberapa sanad yang perawinya tsiqat].

4. ‘Irbadh bin Sariyah Melihat Malaikat di Masjid Damaskus

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Urwah bin Ruwaim dari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu. Ketika itu ia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sudah lanjut usia.

Ia juga sudah ingin segera diambil nyawanya, la biasa berdoa:

اللهُم كَبِرَتْ سِنِي وَرَقَ عَظِي فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ.

“Ya Allah, kini usiaku telah lanjut, dan tulangku sudah rapuh. Maka ambillah nyawaku kepada-Mu.”

Irbadh bin Sariyah berkata: Suatu hari, ketika aku sedang berada di Masjid Damaskus, tiba-tiba ada seorang pemuda yang sangat tampan. la mengenakan kain syal berwarna hijau, la bertanya, “Doa apakah yang engkau ucapkan itu?”

Aku berkata, “Lantas bagaimana seharusnya aku berdoa, wahai keponakanku?”

la berkata, “Ucapkanlah:

اللهُمَّ حَيْنِ الْعَمَلَ، وَبَلْغَ الْأَجَلَ.

Ya Allah, baguskanlah amalku dan sampaikan aku kepada ajalku.”

Aku pun bertanya, “Siapakah engkau? Semoga Allah merahmatimu.”

la menjawab, “Aku adalah malaikat Riba’il yang ditugaskan untuk menepis kesedihan dari dalam hati orang-orang yang beriman.”

[Haitsami (10/184) berkata: Urwah dinyatakan tsiqat oleh lebih dari satu muhaddits. Sa’id bin Miqlash: aku tidak mengenalinya. Sedangkan para perawi lainnya adalah para perawi Kitab Shahih].

error: Allahu Akbar