7. Syahadat Dapat Menghapuskan Dosa Orang yang Bersumpah Palsu
BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seseorang, “Hai, Fulan. Benarkah kamu telah berbuat begini begini?”
la menyahut, “Tidak, demi Zat yang tidak ada tuhan selain Dia. Saya tidak melakukannya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa orang itu telah melakukannya, namun orang itu tetap mengulang-ulang jawaban itu berkali-kali.
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dosamu ini telah dihapuskan, karena kamu membenarkan kalimat lâ ilâha illallah.”
[Haitsami (10/83) berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dan Abu Ya’la dengan lafal yang sebagian besarnya sama, hanya saja ia menyebutkan sabda beliau, “Allah telah menghapuskan dosa atas dustamu, karena kamu telah membenarkan kalimat Lâ ilâha illallah.”
Para rawi mereka adalah perawi kitab Shahih. Haitsami berkata dalam catatan pinggirnya dari ibnu Hajar: Aku berkata: Dalam sanadnya terdapat Harits bin ‘Ubaid Abu Qudamah, ia banyak meriwayatkan hadis-hadis yang munkar, dan hadis ini adalah salah satu darinya, sedangkan Baczar telah menyebutkan bahwa Harits bersendiri dalam meriwayatkan hadis ini].
Menurut riwayat Thabarani dari ibnu Zubair secara marfü; bahwa seseorang bersumpah palsu dengan Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, lalu dosanya itu diampuni.
[Haitsami (10/83) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih].
8. Keluarnya Orang-orang yang Mengucapkan Syahadat dari Neraka
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Apabila ahli Neraka telah berkumpul di dalam Neraka dan bersama mereka ada orang-orang ahli kiblat (kaum muslimin), orang-orang kafir akan berkata kepada kaum muslimin tersebut, Bukankah dahulu kalian adalah orang-orang Islam?
Mereka menjawab, Ya
Orang-orang kafir bertanya lagi, Lalu, apa manfaat keislaman kalian, sedangkan kini akhirnya kalian bersama kami di Neraka?’
Mereka berkata, Dahulu kami telah berbuat dosa, maka kini kami disiksa karenanya. Begitu Allah mendengar apa yang mereka katakan, Dia memerintahkan agar orang-orang ahli kiblat yang berada di dalam Neraka dikeluarkan.
Tatkala orang-orang kafir yang tetap tinggal di Neraka melihat hal itu, mereka berkata, “Wahai, seandainya dahulu kami menjadi kaum muslimin, tentu kami akan keluar (dari Neraka) sebagaimana mereka telah keluar darinya.
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Alif lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Alquran yang memberi penjelasan.
Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (QS. Al-Hijr: 1-2).




