11 - ImanUpdate

Iman dan Keyakinan Para Sahabat Nabi SAW. Kepada Perkara yang Ghaib

15
×

Iman dan Keyakinan Para Sahabat Nabi SAW. Kepada Perkara yang Ghaib

Sebarkan artikel ini

3. Kisah Orang Badui Bernama Alqamah Radhiyallahu ‘Anhu yang Paham Agama

IBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang kakek tua Badui yang bernama ‘Alqamah bin ‘Ulatsah radhiyallahu ‘anhu datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Saya ini sudah tua renta. Saya tidak bisa mempelajari Alquran, namun saya bersaksi dengan penuh keyakinan bahwasanya tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya.”

Kemudian, setelah orang tua itu pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang itu (kawan kalian itu) telah paham.” [Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (1/70)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Khara’ithi dalam kitab Makârimul-Akhlaq dan Daraquthni dalam kitab Al-Afrâd dari hadis riwayat Anas, sedangkan sanadnya sangat dha’if. -sebagaimana dalam kitab Al-Ishâbah (2/503).

4. Hadis Utsman Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Diharamkannya Neraka Bagi Orang yang Mengucapkan Syahadat

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, aku mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkan oleh seorang hamba secara tulus dari lubuk hatinya, pasti Neraka diharamkan terhadapnya,”

Umar bin Khattab berkata, “Maukah kamu jika aku sampaikan kepadamu kalimat apakah itu?

la adalah kalimat ikhlas yang telah Allah tabaraka wata’ala wajibkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Ia adalah kalimat takwa yang dengannya Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam membujuk pamannya (Abu Thalib) agar mengucapkannya menjelang kematiannya. Yaitu bersaksi atas kalimat la ilaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah).” [Demikian dalam kitab Majma’uz-Zawâ ‘id (1/15)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Ya’la, ibnu Khuzaimah, ibnu Hibban, Baihaqi, dan yang lainnya, sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummál (1/74).

5. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Memberikan Kabar Gembira Berupa Ampunan kepada Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum yang Mengucapkan Syahadat Bersama Beliau Dalam Satu Majelis

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Ya’la bin Syaddad, ia berkata: Aku diberitahu oleh Abu Syaddad radhiyallahu ‘anhu-sedangkan ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu hadir dan membenarkannya- ia berkata: Kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bertanya, “Adakah orang asing di antara kalian?” (yakni ahlulkitab)

Kami berkata, “Tidak ada, wahai Rasulullah!”

Lalu beliau memerintahkan agar pintu ditutup. Beliau bersabda, “Angkatlah tangan kalian dan ucapkanlah: Lâ ilâha illallah!”

Maka kami mengangkat tangan kami sesaat.

Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menurunkan tangannya, dan bersabda, “Segala puji bagi Allah. Ya, Allah. Engkau telah menugaskanku dengan kalimat ini, engkau memerintahkanku dengannya, dan engkau menjanjikan Surga kepadaku atas kalimat itu. Sesungguhnya, Engkau tidak menyalahi janji.”

Kemudian, beliau melanjutkan sabdanya, “Bergembiralah kalian! Sesungguhnya, Allah telah mengampuni kalian.” [Haitsami (1/19) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad, Thabarani dan Bazzar. Para perawinya dinyatakan tsiqat].