11 - Iman

Iman dan Keyakinan Para Sahabat Nabi SAW. Kepada Perkara yang Ghaib

26
×

Iman dan Keyakinan Para Sahabat Nabi SAW. Kepada Perkara yang Ghaib

Sebarkan artikel ini

Aku berkata, “Saya bertemu dengan Umar, lalu saya memberitahukan kepadanya apa yang engkau tugaskan kepadaku.

Maka ia pun memukul dadaku sampai aku jatuh terduduk.

Lalu, ia berkata kepadaku, ‘Kembalilah kamu!””

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahal, Umar. Apa yang mendorongmu melakukan hal itu?”

la berkata, “Wahai, Rasulullah. Saya rela mengorbankan ayah dan ibuku demi engkau! Benarkah engkau mengutus Abu Hurairah dengan bukti kedua sandalmu, agar menyampaikan kabar gembira kepada orang yang la temui, sedangkan ia bersaksi dengan hati yang yakin bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dengan kabar gembira berupa surga?”

Beliau bersabda, “Benar.”

Umar berkata, “Janganlah engkau melakukannya, karena saya khawatir bahwa orang-orang akan mengandalkan kabar gembira itu. Biarkanlah mereka beramal,”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika demikian, biarkanlah mereka.” [Demikian dalam kitab Jam’ul-Fawa’id (1/7)].

2. Kabar Gembira Masuk Surga dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bagi Orang yang Meninggal Tanpa Menyekutukan Sesuatu pun dengan Allah

BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, la berkata; Ketika aku keluar rumah pada suatu malam, aku lihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berjalan seorang diri, tanpa seorang pun bersamanya.

Aku berkata dalam hati, “Mungkin saat ini beliau tidak ingin ada seorang pun berjalan bersamanya.”

Maka aku terus berjalan kaki di bawah naungan sinar rembulan.

Lalu, beliau menoleh ke belakang dan melihatku. Beliau pun bertanya, “Siapa itu?”

Aku menyahut, “Abu Dzarl Semoga Allah mengorbankan aku demi engkau!”

Beliau bersabda, “Hai, Abu Dzar. Kemarilah!”

Lanjut Abu Dzar: Kemudian aku berjalan sesaat bersama beliau, beliau bersabda, “Sesungguhnya, orang-orang yang memiliki banyak (harta di dunia) adalah orang-orang yang memiliki sedikit (amal) pada hari kiamat, kecuali orang yang Allah beri harta, lalu ia menvedekahkannya kepada orang-orang yang ada di sebelah kanannya, sebelah kirinya, depannya, dan belakangnya, serta menggunakannya untuk amal-amal kebaikan.”

Lanjut Abu Dzar: Kemudian aku berjalan sesaat bersama beliau, lalu beliau bersabda kepadaku, “Duduklah kamu di sini.”

Beliau menyuruh aku duduk di sebuah tempat lapang yang di sekitarnya terdapat bebatuan.

Beliau bersabda kepadaku, “Tetaplah kamu di sini sampai aku kembali ke sini.”

Kemudian, beliau pergi menuju kawasan berbatu hingga tidak tampak lagi oleh penglihatanku.

error: Content is protected !!