5. Pertanyaan Seorang Yahudi Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Tentang Kehendak dan Jawaban Beliau
BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Al-Asma’ Wash-Shifât (hal. 111) dari Auza’i, ia berkata: Seorang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya kepada beliau tentang kehendak.
Beliau bersabda, “Kehendak adalah milik Allah ta’ala.”
Orang itu berkata, “Aku berkehendak untuk berdiri.”
Beliau bersabda, “Berarti Allah telah menghendaki kamu untuk berdiri.”
Orang itu berkata, “Aku berkehendak untuk duduk.”
Beliau bersabda, “Berarti Allah telah menghendaki kamu untuk duduk.”
la berkata, “Aku berkehendak untuk memotong pohon kurma ini.”
Beliau bersabda, “Berarti Allah telah menghendaki kamu untuk memotongnya.”
la berkata, “Aku berkehendak untuk membiarkan pohon kurma itu.”
Beliau bersabda, “Berarti Allah telah menghendaki kamu untuk membiarkannya.”
Kemudian datanglah Jibril ‘alaihish-shalâtu was-salâm kepada beliau, lalu berkata, “Engkau telah diberikan kepahaman tentang hujahmu seperti yang telah diberikan kepada Ibrahim ‘alaihis-salâm.”
Lalu, turunlah ayat Alquran. Beliau membaca:
مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةٌ عَلَى أُصُولِهَا فَإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ ﴾
(الحشر: ٥)
“Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 5).
(Baihaqi berkata: Meskipun hadis ini mursal, namun hadis-hadis maushûl yang telah disebutkan sebelumnya menguatkan makna hadis ini).
6. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Tertidur Hingga Waktu Shalat Lewat karena Kehendak Allah
BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Al-Asma’ Wash-Shift (hal. 109) dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari Hudaibiyah, beliau singgah di suatu tempat lalu bermalam disana.
Beliau berkata, “Siapa yang bersedia berjaga malam?”
Abdullah berkata, “Saya, saya.”
Beliau menyahut, “Kamu?” Dua atau tiga kali -yakni bahwa kamu akan tertidur- kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu yang berjaga malam.”
Maka aku (Abdullah) pun berjaga malam.






