Lalu, beliau memakainya, dan memesan jubah lain yang sama dengan jubah tersebut.
Kemudian, Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam wafat sementara jubah yang dipesan itu masih di tempat tenunan. [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummâl (4/42)].
2. Kisah Abu ‘Aqil Radhiyallâhu ‘anhu dan Sedekah Kurma
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu ‘Aqil radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya ia bekerja di malam hari menimba air dengan menarik tali yang diikatkan pada punggungnya, sehingga ia mendapatkan upah dua shấ’ kurma.
Lalu, ia pulang membawa satu shớ’ untuk eluarganya guna keperluan mereka. Sedangkan satu Sha yang lain ia gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wajalla.
la datang membawa satu shâ’ itu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam, lalu la menyampaikan maksudnya itu kepada beliau.
Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Taburkan kurma itu di tempat kurma zakat.”
Kemudian, orang-orang munafik mengomentarinya dengan maksud menghinanya– seraya berkata, “Mana cukup orang ini mendekatkan diri kepada Allah dengan satu shấ’ kurma?”
Lalu Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat:
“(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu dan untuk mereka azab yang pedih.” (QS. at-Taubah: 79).
[Haitsami (7/33) berkata: Para rawinya tsiqah, hanya saja mengenai Khalid bin Yasar, aku tidak menemukan orang yang menyatakannya tsiqah ataupun cacat].
Menurut riwayat Bazar dari Abu Salamah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, keduanya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bersedekahlah kalian! Karena aku akan mengirim satu pasukan kecil (semacam kompi).
Maka datanglah Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Saya mempunyai uang empat ribu (4.000) dirham. Dua ribu (2.000) dirham saya pinjamkan untuk Rabbku, dan dua ribu (2.000) untuk keluargaku.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Semoga Allah memberkahi untukmu harta yang kamu berikan, dan semoga Allah memberkahi untukmu pula harta yang kamu simpan.”






