Kisah Abu Laila dan Abdullah Bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhuma
IBNU ISHAQ berkata: Telah sampai riwayat kepadaku bahwa Ibnu Yamin An Nadhri bertemu dengan Abu Lalla dan Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhuma ketika keduanya menangis.
Lalu Ibnu Yamin bertanya kepada mereka, “Apa yang menyebabkan kalian berdua menangis?”
Mereka berkata, “Kami telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau memberi kami hewan kendaraan untuk berangkat di jalan Allah.
Namun kami tidak mendapatkan seekor hewan pun di tempat beliau yang bisa kami jadikan tunggangan.
Sedangkan kami juga tidak punya apa-apa yang bisa kami gunakan sebagai bekal untuk berangkat bersama beliau.”
Lalu Ibnu Yamin memberikan seekor unta pengangkut air miliknya kepada mereka berdua, dan keduanya pun berangkat menaikinya.
Ia juga memberi.bekal berupa kurma kepada mereka.
Lalu mereka berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (ke Tabuk).
Yunus bin Bukair menambahkan riwayat dari Ibnu Ishaq: Pada suatu malam, ‘Ulbah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu keluar rumah.
Ia pun mengerjakan salat malam sebanyak rakaat yang dikehendaki oleh Allah.
Kemudian ia menangis seraya berdoa, “Ya Allah! Sesungguhnya Engkah telah memerintahkan jihad dan Engkau memberikan dorongan mengenainya.
Namun Engkau tidak menyediakan bekal perjalanan untukku.
Engkau juga tidak memberikan kendaraan kepada Rasul-Mu hewan tunggangan yang dapat aku jadikan kendaraan.
Kini, aku sedekahkan kepada semua muslim segala hal yang mereka ambil dariku tanpa hak, baik dalam urusan harta, badan, ataupun harga diri.”
Kemudian pada pagi harinya, ia berkumpul bersama orang-orang.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di manakah orang yang bersedekah tadi malam?”
Namun tidak ada seorang pun yang berdiri.
Lalu beliau bertaya lagi, “Di manakah orang yang bersedekah tadi malam, silakan berdiri!”
Maka ‘Ulbah berdiri menghampiri beliau dan menceritakan sedekahnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.










