1. Perkataan Salman radhiyallahu ‘anhu Kepada Seseorang dari Bani ‘Abs Tentang Hal Ini
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Hiyatul-Aullya (1/189) Hafsh bin Umar Sa’di, dari pamannya, ia berkata: Salman berkata kepada Hudzaifah radhiyallahu ‘anhuma, “Wahai, saudara dari Bani ‘Abs! Sesungguhnya, ilmu itu banyak, sedangkan umur kita pendek.
Maka ambillah ilmu sekadar yang kamu perlukan di dalam urusan agamamu. Dan tinggalkanlah ilmu yang lain, janganlah kamu bersusah payah mencarinya.”
Menurut riwayatnya pula (1/188) dari Abul-Bakhtari, ia berkata: Suatu ketika seseorang dari Bani ‘Abs menyertai Salman radhiyallahu ta’ala ‘anhu.
Lalu, ia meminum air Sungai Tigris. Maka Salman berkata kepadanya, “Minumlah lagi.”
Orang itu berkata, “Saya sudah kenyang air.”
Salman berkata, “Menurutmu, apakah air sungai ini berkurang karena kamu minum?”
la berkata, “Apalah artinya seteguk air yang saya minum dibandingkan air sungai ini?”
Salman berkata, “Demikian pula ilmu, ia tidaklah berkurang. Maka ambillah ilmu sekadar yang bermanfaat bagimu.”
2. Perkataan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma Kepada Seseorang yang Menulis Surat Kepadanya untuk Bertanya Tentang Ilmu
IBNU ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Muhammad bin Abu Qailah, bahwa seseorang menulis surat kepada Ibnu Umar untuk bertanya kepadanya tentang ilmu.
Maka Ibnu Umar menulis surat balasan kepadanya, “Kamu telah menulis surat untuk bertanya kepadaku tentang ilmu.
Maka ketahuilah bahwa ilmu itu terlalu besar untuk aku tuliskan kepadamu. Akan tetapi, kalau bisa, hendaklah kamu bertemu Allah dalam keadaan menahan lidah dari menjatuhkan harga diri kaum muslimin, tidak menanggung dosa karena mengalirkan darah mereka, perut kosong dari harta mereka, dan menyertai jamaah mereka.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (5/230)].






