1. Nabi SAW. Mengajarkan Shalat Kepada Para Sahabatnya
THABRANI dalam Al-Mu’jamul-Kabir dan Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Malik Al-Asyja’i dari ayahnya, ia berkata: Apabila seseorang masuk Islam, yang pertama kali diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami adalah shalat.
-Atau perawi berkata: Beliau mengajarinya shalat.
[Haitsami (1/293) berkata: Para perawinya adalah perawi Kitab Shahih].
Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dari Hakam bin ‘Umair, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajari kami, “Apabila kalian berdiri hendak mengerjakan shalat, maka ucapkanlah takbir.
Angkatlah tangan kalian, namun jangan melewati telinga kalian. Dan ucapkanlah:
سُبْحَانَكَ اللهُم وَيَهْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ.
“Mahasuci Engkau, ya Allah! Segala puji bagiMu. Mahasuci nama Mu. Mahatinggi kemuliaanMu. Tiada Tuhan selain Engkau.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (4/203)].
2. Nabi SAW., Abu Bakar, Umar, dan Ibnu Mas’ud Mengajarkan Tasyahhud
MUSADDAD dan Thahawi meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Abu Bakar mengajari kami tasyahhud diatas mimbar, sebagaimana seorang guru mengajari anak-anak kecil di madrasah.
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (4/217)].
Daraquthni meriwayatkan beserta sanadnya ia meng-hasan-kannya- dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Umar bin Khattab memegang tanganku lalu mengajariku tasyahhud.
Ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memegang tangannya lalu mengajarinya tasyahhud:
التَّحِيَّاتُ لِلهِ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ الْمُبَارَكَاتُ لِلهِ.
“Segala penghormatan bagi Allah. Rahmat, kebaikan, dan keberkahan pun bagi Allah.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (4/217)].
Malik, Syafi’i, Thahawi, Abdur-Razzaq dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdurrahman bin ‘Abd Al-Qari bahwa ia mendengar Umar bin Khattab ketika sedang berada di atas mimbar mengajarkan tasyahhud kepada orang-orang.
la berkata, “Ucapkanlah: At-tobiyyatu lillah…”-Lalu, perawi melanjutkan riwayatnya.






