‘Aisyah berkata: Ketika sakit beliau sudah parah, beliau menyuruhku agar melakukan amalan itu pada tubuh beliau.
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (8/68)].
Penulis kitab Jam’ul-Fawa’id (2/259) menyatakan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Ashhábus-Sittah selain Nasa’i dengan lafal yang semakna dengan hadis riwayat Ibnu Najjar, hanya saja beliau menyebutkan: Mu’awwidzat dan qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlash).
2. Apa yang Dibaca oleh Nabi SAW. Sebelum Tidur
TIRMIDZI meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwa biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur sebelum membaca Alif lám mim tanzil (surat As-Sajdah) dan Tabárakal-ladzi biyadihil-mulk (surat Al-Mulk).
Thawus berkata, “Keduanya memiliki keutamaan berupa tujuh puluh kebaikan atas surat-surat lain di dalam Alquran.”
[Demikian dalam kitab Jam’ul-Fawa’id (2/76)].
Tirmidzi dan Abu Dawud meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca musabbihat sebelum tidur ketika sudah berbaring. Beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat satu ayat yang lebih utama daripada seribu (1.000) ayat.”
Menurut riwayat Tirmidzi dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhã, bahwa biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur sebelum membaca surat Az-Zumar dan Bani Israil (Al-Isra’).
[Demikian dalam kitab Jam’ul-Fawa id (2/260)].
Menurut riwayat Tirmidzi pula (2/176) dari Farwah bin Naufal radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Ajarilah saya tentang sesuatu yang perlu saya baca ketika hendak tidur.”
Beliau bersabda, “Bacalah: Qul ya ayyuhal-kâfirûn (surat Al-Kâfirûn), karena ia menjadi sebab keterbebasan seseorang dari syirik.”
3. Perkataan Ibnu Mas’ud Tentang Membaca Surat Al-Mulk dan Perkataan Umar Tentang Membaca Surat Al-Baqarah, Ali Imrân, dan An-Nisa’
AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka malaikat datang kepadanya dari arah kedua kakinya.
Kedua kakinya berkata, “Tidak ada jalan bagi kalian dari arah sini. la biasa menggunakanku untuk berdiri (dalam shalat) seraya membaca surat Al-Mulk.”
Kemudian, malaikat datang kepadanya dari arah dadanya atau: Perutnya-. Perut atau dadanya berkata, “Tidak ada jalan bagi kalian dari arah sini. la biasa menggunakanku untuk membaca surat Al-Mulk.”
Kemudian, malaikat datang kepadanya dari arah kepalanya. Kepalanya itu berkata, “Tidak ada jalan bagi kalian dari arah sini. la biasa menggunakanku untuk membaca surat Al-Mulk.”






