5. Nabi SAW. Mengajarkan Kepada Abdullah bin Khubaib Agar Membaca Surat Al-Ikhlas dan Mu’Awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas) Setiap Pagi dan Sore
ABU DAWUD, Tirmidzi, dan Nasa’i meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu saat, ketika turun hujan pada malam yang gelap gulita, kami keluar untuk mencari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar mengimami shalat jamaah bersama kami.
Lalu, ketika kami menjumpainya, beliau bersabda, “Ucapkanlah!”
Aku pun tidak mengatakan sesuatu. Kemudian, beliau bersabda lagi, “Ucapkanlah!”
Aku pun tetap tidak mengatakan sesuatu. Kemudian, beliau kembali bersabda, “Ucapkanlah!”
Maka aku berkata, “Wahai, Rasulullah, apa yang harus saya ucapkan?”
Beliau bersabda, “Qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas) ketika kamu memasuki waktu sore dan ketika kamu memasuki waktu pagi sebanyak tiga kali. Hal itu, akan mencukupimu dari segala sesuatu.”
[Tirmidzi berkata: Hadis hasan shahih.-Demikian dalam kitab Al-Adzkár oleh Imam Nawawi (hal. 96)].
6. Perkataan Ali bin Abi Thalib Tentang Membaca Surat Al-Ikhlas Setelah Shalat Subuh
SA’ID BIN MANSHUR dan Ibnu Dharis meriwayatkan beserta sanadnya dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Barangsiapa membaca Qul huwallahu abad (surat Al-Ikhlash) sebanyak sepuluh kali setiap kali selesai mengerjakan Shalat Subuh, maka pada hari itu ia tidak akan terkena dosa meskipun setan telah berusaha sekuat tenaga (untuk memperdayakannya).”
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummål (1/223)].






