9 - Cinta

Para Sahabat Menangis Ketika Disebutkan tentang Wafatnya Nabi SAW.

2
×

Para Sahabat Menangis Ketika Disebutkan tentang Wafatnya Nabi SAW.

Sebarkan artikel ini

1. Tangisan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu

IBNU ABI SYAIBAH meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami ketika kami berada di masjid.

Beliau mengikat kepalanya dengan sehelai kain karena sakit yang menyebabkan beliau wafat.

Beliau menuju mimbar dan berdiri tegak di atasnya, lalu kami pun mengikutinya. Beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya, saat ini aku sedang berdiri di atas telaga.”

Beliau juga bersabda, “Ada seorang hamba ditawari dunia kepadanya beserta perhiasannya, lalu ia memilih akhirat.”

Tidak seorangpun memahami sabda beliau kecuali Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Maka berlinanglah kedua air mata Abu Bakar.

la pun menangis dan berkata, “Saya rela mengorbankan ayah dan ibuku demi engkau. Tapi kami rela menebusmu dengan nenek moyang kami, ibu-ibu kami, diri kami, dan harta kami.”

Kemudian, beliau turun dari mimbar dan tidak pernah lagi berdiri di atasnya hingga hari kiamat.

[Demikian dalam Kanzul-‘Ummál (4/58)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (2/28) dari Abu Said dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

2. Tangisan Fatimah Rodhiyallahu Anha

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: Setelah turun ayat:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (النصرة)

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (QS. an-Nashr: 1).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil Fatimah radhiyallah anha, lalu bersabda, “Sesungguhnya, aku telah mendapatkan kabar bahwa waktu kematianku akan tiba.”

Maka Fatimah menangis. Lalu, beliau berkata kepadanya, “Janganlah kamu menangis, karena kamu adalah keluargaku yang pertama kali akan menyusulku.”

Lalu, ia pun tersenyum. Salah seorang istri Nabi shallallahu ‘alaih.wasallam melihatnya, lalu ia berkata, “Aku melihatmu menangis dan tersenyum.”

Fatimah berkata, “Beliau berkata kepadaku, ‘Aku telah mendapatkan kabar bahwa.waktu kematianku akan tiba,’ lalu aku menangis. Kemudian, beliau berkata, “Janganlah kamu menangis, karena kamu adalah keluargaku yang pertama kali akan menyusulku.’ Lalu, aku pun tersenyum.”

[Haitsami (9/23) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih selain Hilal bin Khabbab. la rawi yang tsiqah namun sedikit dhaif].

Ibnu Sa’d (2/247) meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang sakit yang menyebabkan wafatnya, beliau memanggil Fatimah -putrinya- radhiyallahu ‘anha, lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya, maka Fatimah menangis.

error: Allahu Akbar