9 - Cinta

Para Sahabat Menangis Ketika Disebutkan tentang Wafatnya Nabi SAW.

3
×

Para Sahabat Menangis Ketika Disebutkan tentang Wafatnya Nabi SAW.

Sebarkan artikel ini

Kemudian, beliau memanggilnya lagi dan membisikkan sesuatu kepadanya, maka ia pun tersenyum.

‘Aisyah berkata: Kemudian, aku bertanya kepada Fatimah mengenainya, lalu ia berkata, “Aku diberi tahu oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia akan wafat karena penyakitnya ini, maka aku menangis.

Kemudian, beliau memberitahuku, bahwasanya aku adalah keluarganya yang pertama kali akan menyusulnya, maka akupun tersenyum.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya yang lain oleh ibnu Sa’d dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ secara lebih panjang darinya.

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhô dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Dalam riwayatnya itu disebutkan: Kemudian, aku bertanya kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha mengapa ia menangis dan tersenyum.

Lalu, ia berkata, “Aku diberi tahu oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau akan wafat.

Kemudian, beliau memberitahuku bahwasanya aku adalah pemimpin wanita ahli surga setelah Maryam binti “Imran ‘alaihas-salám, oleh karena itu aku tersenyum.”

Ibnu Sa’d (2/312) meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Ala’ rodhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang wafatnya, Fatimah radhiyallahu ‘anhã menangis.

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Janganlah kamu menangis, wahai putrikul Apabila aku mati, ucapkanlah: innô lillahi wa inna ilaihi raji’ün, karena dengan bacaan itu, setiap orang akan mendapatkan ganti dari setiap musibahnya.”

Fatimah bertanya, “Juga ganti dari engkau, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, “Juga dariku.”

3. Tangisan Mu’adz Radhiyallahu ‘Anhu

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Mu’adz bin Jabal radhiyallohu ‘anhu, bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya ke Yaman dan hendak berangkat, ia diiringi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya memberi nasihat kepadanya.

Ketika itu Mu’adz menunggang hewan, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan kaki di samping hewan tunggangannya.

Seusai memberi nasihat, beliau bersabda, “Wahal, Mu’adz! Mungkin selepas tahun ini, kamu tidak akan berjumpa denganku lagi.

Mungkin suatu saat nanti kamu akan melewati masjidku ini dan makamku nanti.”

Maka Mu’adz pun.menangis karena bersedih atas perpisahannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menoleh menghadap ke arah Madinah, lalu bersabda, “Sesungguhnya, orang yang paling dekat denganku adalah orang-orang yang bertakwa, siapa pun dan di mana pun mereka.”

[Haitsami (9/22) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad. Dalam salah satu sanadnya ia berkata: Dari ‘Ashim bin Humaid bahwa Mu’adz berkata: -diantara isinya: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jangan menangis, wahai Mu’adz. Tangisan -atau sesungguhnya tangisan- adalah dari setan.”

Para perawi pada kedua sanad tersebut adalah para perawi Kitab Shahih selain Rasyid bin Sa’d dan ‘Ashim bin Humaid. Namun mereka adalah rawi yang tsiqah].

error: Allahu Akbar