IBNU ISHAQ meriwayatkan beserta sanadnya dengan sanad hasan, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ, ia berkata: Setelah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam berhasil mengalahkan pasukan Quraisy dalam perang Badar, beliau mengumpulkan orang-orang Yahudi (Madinah) di pasar kabilah Bani Qainuqa, kemudian beliau menyeru mereka, “Wahai orang-orang Yahudi! Masuklah kalian ke dalam agama Islam sebelum kalian mengalami nasib yang sama seperti yang dialami oleh orang-orang Quraisy dalam perang Badar.”
Namun orang-orang Yahudi berkata, “Orang-orang Quraisy itu tidak memahami strategi perang.
Jika kalian berperang melawan kami, tentu kalian akan mengetahui bahwa kami adalah laki-laki yang sejati.”
Lalu Allah ta’âlâ menurunkan ayat:
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, ‘Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam.
Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.’ Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur).
Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka.
Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.” (QS. Âli ‘Imrân: 12-13).
[Demikian dalam kitab Fathul-Bari (7/334)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Dawud, dari jalur sanad Ibnu Ishaq dengan lafal yang semakna.
Dalam hadisnya disebutkan: Orang-orang Yahudi berkata, “Hai Muhammad! (shallallahu ‘alaihi wasallam), janganlah kamu berbangga diri karena telah membunuh beberapa orang dari Kabilah Quraisy yang tidak berpengalaman dan tidak memahami strategi perang.
Jika kamu berperang melawan kami, tentu kalian akan mengetahui bahwa kami adalah laki-laki yang sejati, dan bahwa kamu belum pernah bertemu dengan orang-orang seperti kami (di medan perang).”
Menurut riwayat Ibnu Jarir, sebagaimana dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (2/69), diriwayatkan dari Zuhri, ia berkata: Setelah kaum musyrikin mengalami kekalahan di Badar, kaum muslimin berkata kepada kawan-kawan dekat mereka dari kalangan Yahudi, “Masuklah kalian ke dalam Islam sebelum Allah menimpakan kepada kalian seperti apa yang terjadi pada Perang Badar.”






