BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami mendapatkan kabar tentang kematian kekasih kita dan nabi kita (aku rela mengorbankan ayahku dan diriku sendiri sebagai tebusan untuknya) enam hari sebelum wafatnya.
Ketika waktu perpisahan itu telah dekat, beliau mengumpulkan kami di rumah ibunda kita (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
Beliau memandang kami, lalu berlinanglah air matanya.
Kemudian, beliau bersabda, “Selamat datang bagi kalian. Semoga Allah memberikan umur panjang kepada kalian.
Semoga Allah menjaga kalian. Semoga Allah melindungi kalian. Semoga Allah selalu menolong kalian.
Semoga Allah meninggikan derajat kalian. Semoga Allah selalu membimbing kalian. Semoga Allah memberikan rezeki kepada kalian.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kalian. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kalian. Semoga Allah menerima amal-amal kalian.
Aku berpesan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah. Aku serahkan kepada Allah mengenai urusan kalian, dan aku serahkan tanggung jawabku mengenai kalian kepadaNya.
Sesungguhnya, aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Janganlah kalian menyombongkan diri terhadap Allah mengenai urusan hamba-hambaNya dan negeriNya.
Allah telah berfirman kepadaku dan kepada kalian:
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ تَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ )
(القصص: ۸۳)
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83).
Dia juga telah berfirman:
أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوَى لِلْمُتَكَبِرِينَ (الزمر: ٦٠)
“Bukankah dalam Neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az-Zumar: 60).
Kemudian, beliau bersabda, “Ajal telah dekat, waktu kembali kepada Allah akan tiba, menuju Sidratul-Muntaha, menuju Jannatul-Ma’wa, gelas yang penuh berisi minuman, dan sahabat sejati yang Mahatinggi (Allah).”
Lalu, kami bertanya, “Wahai, Rasulullah. Siapa yang akan memandikanmu nanti?”
Beliau menjawab, “Seorang laki-laki dari kerabatku, utamakan yang terdekat.”
Kami bertanya, “Lalu, dengan apa kami akan mengafanimu?”
Beliau bersabda, “Dengan pakaianku ini jika kalian mau, atau dengan satu setel pakaian dari Yaman atau dengan kain putih dari Mesir.”











