9 - Cinta

Pesan Nabi SAW. Sebelum Wafat Mengenai Pengafanan, Pemandian dan Shalat Jenazah

7
×

Pesan Nabi SAW. Sebelum Wafat Mengenai Pengafanan, Pemandian dan Shalat Jenazah

Sebarkan artikel ini

Ibnu Mas’ud berkata: Kemudian, kami bertanya, “Siapa di antara kami yang akan menyalatimu?”

Lalu, kami menangis dan beliaupun menangis. Beliau bersabda, “Tunggu. Semoga Allah mengampuni kalian. Semoga Allah membalaskan kebaikan kepada kalian atas nama Nabi kalian ini.

Setelah kalian memandikanku dan meletakkanku di atas tempat tidurku di dalam rumahku ini, di sisi makam, keluarlah kalian dari tempatku sesaat.

Yang pertama kali akan menyalatiku adalah kekasihku dan teman dudukku Jibril, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut (Izrail) bersama bala-tentaranya, kemudian malaikat (malaikat lainnya) semoga Allah mencurahkan rahmatNya kepada mereka semuanya.

Setelah itu, masuklah kalian ke tempatku secara berkelompok. Lalu, ucapkanlah dan salam kepadaku.

Janganlah kalian menggangguku dengan wanita yang menangis, wanita yang menjerit ataupun wanita yang meratap.

Hendaklah yang mula-mula menyalatiku adalah para lelaki dari kalangan kerabatku, kemudian setelah itu baru kalian.

Sampaikan salam dariku kepada diri kalian sendiri. Kepada saudara-saudaraku yang tidak hadir, sampaikan salam dariku kepada mereka.

Bagi orang-orang yang masuk ke dalam agama kalian sepeninggalku, aku persaksikan kepada kalian bahwasanya aku megucapkan salam kepada mereka, dan kepada setiap orang yang mengikut agamaku sejak hari ini sampai pada hari kiamat nanti.”

Kami bertanya, “Wahal, Rasulullah. Slapa di antara kami yang akan memasukkanmu ke dalam makammu?”

Beliau bersabda, “Para lelaki dari kalangan kerabatku bersama para malaikat yang jumlahnya banyak-mereka dapat melihat kalian, namun kalian tidak melihat mereka.”

[Haitsami (9/25) berkata: Para perawinya adalah perawi Kitab Shahih selain Muhammad bin Ismail bin Samurah al-Ahmasi, dia adalah rawi yang tsiqah.

Diriwayatkan pula oleh Thabarani dalam Kitab al-Mu’jamul-Ausath dengan lafal yang sebagian besarnya sama, hanya saja ia meriwayatkan: ‘Satu bulan sebelum wafat beliau.

Dalam sanadnya ia menyebutkan para rawi yang dho’if, diantara mereka: Asy’ats bin Thabig. Azdi berkata: Hadisnya tidak shahih].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam Kitab Hilyatul-Auliya (4/168) dari ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama secara panjang lebar dengan sedikit perbedaan, kemudian ia berkata: Hadis ini gharib dari riwayat Murrah dari Abdullah.

Tidak ada yang meriwayatkannya dengan sanad yang muttashil selain Abdul-Malik bin Abdurrahman dan ia adalah Ibnul-Ashbahani.

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Sa’d dari Ibnu Mas’ud dengan lafal yang sebagian besarnya sama secara panjang lebar, dan dalam sanadnya terdapat Waqidi.

error: Content is protected !!