9 - Cinta

Tersiar Kabar Nabi SAW. Gugur Pada Perang Uhud, Tangisan Para Sahabat dan Pembelaannya

5
×

Tersiar Kabar Nabi SAW. Gugur Pada Perang Uhud, Tangisan Para Sahabat dan Pembelaannya

Sebarkan artikel ini

2. Apa yang Dilakukan oleh Abu Thalhah Pada Perang Uhud Karena Kecintaannya Kepada Nabi SAW.

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa pada peristiwa perang Uhud, Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu melemparkan anak panah di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di belakangnya, bertameng dengannya.

Abu Thalhah adalah seorang pemanah. Apabila ia melempar anak panah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melongok untuk melihat ke mana anak panahnya mengarah.

Maka Abu Thalhah pun mengangkat dadanya seraya berkata, “Seharusnya begini, wahai Rasulullah. Saya rela mengorbankan ayah dan ibuku demi engkau.

Jangan sampai engkau terkena anak panah. Biarlah dadaku menutupi dadamu. Abu Thalhah menjadikan dirinya sebagai pagar bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

la berkata, “Wahai, Rasulullah. Aku ini kuat. Maka arahkanlah aku agar dapat memenuhi keperluan keperluanmu dan perintahkanlah kepadaku sekehendakmu.”

[Demikian dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah (4/27)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Sa’d (3/65) dari Anas, dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

3. Keberanian Qatadah demi Cintanya kepada Nabi SAW.

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Qatadah bin Nu’man radhiyallahu ‘anhu, la berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan hadiah berupa busur.

Lalu, pada peristiwa Perang Uhud, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam memberikan busur itu kepadaku.

Aku pun menggunakannya untuk memanah di depan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga talinya putus.

Aku tetap berada di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menangkis anak panah yang datang dengan wajahku.

Setiapkali anak panah datang ke wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku menggerakkan kepalaku untuk melindungi wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tanpa memanah.

Lalu perawi melanjutkan hadisnya sebagaimana yang telah disebutkan pada pasal Keberanian Qatadah radhiyallahu ‘anhu.

error: Allahu Akbar