19 - Karakter

Saling Berlomba Mengerjakan Amal Kebajikan dan Abaikan Kemewahan Dunia

5
×

Saling Berlomba Mengerjakan Amal Kebajikan dan Abaikan Kemewahan Dunia

Sebarkan artikel ini

IBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Tarikh-nya (3/70) dari jalur sanad Saif dari Abdullah bin Syubrumah dari Syaqiq, ia berkata: Kami memulai penyerangan ke Qadisiyah pada pagi hari.

Lalu kami kembali ke posisi semula ketika waktu Shalat (Zuhur) telah tiba. Sedangkan muazin kami telah gugur.

Maka orang-orang berebutan untuk mengumandangkan azan, hingga mereka nyaris beradu pedang.

Maka Sa’d radhiyallahu ‘anhu membuat undian (dengan anak panah) diantara mereka.

Akhirnya keluarlah anak panah yang berisi nama seseorang, ia pun mengumandangkan azan.

Mengabaikan Kemewahan dan Keindahan Dunia

AL-HAKIM (3/293) meriwayatkan beserta sanadnya dalam sebuah hadis yang panjang dari Maqil bin Yasar mengenai penaklukan Isfahan di bawah kepemimpinan Nu’man bin Muqarrin radhiyallahu ‘anhu.

Didalamnya disebutkan: Lalu Nu’man (beserta pasukannya) datang ke Isfahan. Sedangkan di antara pasukan Nu’man dan pasukan Persia terdapat sebuah sungai.

Lalu Nu’man mengutus Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu sebagai utusan kepada mereka.

Raja Ishafan ketika itu adalah Dzul-Hajibain.” la meminta pendapat kepada orang-orangnya dengan berkata, “Bagaimana pendapat kalian?

Apakah sebaiknya aku duduk menghadapi utusan mereka dengan penampilan perang atau penampilan seorang raja dengan segala kemewahannya?”

Orang-orang memberikan usulan, “Duduklah engkau untuk menyambutnya dengan penampilan seorang raja beserta kemewahannya.”

Maka ia duduk dengan penampilan seorang raja beserta kemewahannya di atas singgasananya dengan mengenakan mahkota di atas kepalanya.

Sedangkan di kiri-kanannya terdapat dua baris orang-orang istimewanya yang mengenakan pakaian yang terbuat dari kain sutra, anting-anting, dan gelang.

Kemudian datanglah Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu yang berjalan dengan menundukkan pandangannya.

Sedangkan di tangannya ada sebatang tombak dan sebuah perisai.

Disekitarnya, ada orang-orang yang berdiri dalam dua baris, di sebelah kiri dan kanannya beralaskan permadani milik Raja.

error: Allahu Akbar