Mu’adz berkata, “Tidak pula jihad fi sabilidh, kecuali jika ia menebaskan pedangnya sampai patah, karena Allah ta’ala berfirman dalam kitab suci-Nya: “Dan sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).” (QS. Al-‘Ankabut : 45).
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Berzikir kepada Allah pada pagi dan sore hari lebih besar (pahalanya) daripada berperang di jalan Allah hingga pedangnya patah, dan daripada menyedekahkan harta yang banyak.” [Demikian dalam kitab Kanzul- ‘Ummål (1/207)].












