Orang-orang berkata, “Amal apakah itu, wahai Abu Darda’?”
Abu Darda’ berkata, “Zikrullah! Dan mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).”
Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ (1/219) dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya, orang-orang yang lidahnya selalu basah dengan zikrullah akan masuk surga sambil tertawa.”
3. Anjuran Mu’adz dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhum Mengenai Zikir
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ (1/235) dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Anak Adam tidak dapat melakukan suatu amalanpun yang lebih dapat menyelamatkannya dari azab Allah melebihi zikrullah.”
Orang-orang bertanya, “Wahai, Abu ‘Abdirrahman, tidak.pula jihad fi sabilillah?”
Mu’adz berkata, “Tidak pula jihad fi sabilidh, kecuali jika ia menebaskan pedangnya sampai patah, karena Allah ta’ala berfirman dalam kitab suci-Nya: “Dan sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).” (QS. Al-‘Ankabut : 45).
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Berzikir kepada Allah pada pagi dan sore hari lebih besar (pahalanya) daripada berperang di jalan Allah hingga pedangnya patah, dan daripada menyedekahkan harta yang banyak.” [Demikian dalam kitab Kanzul- ‘Ummål (1/207)].






