10 - Akhlak

Beberapa Kisah Tentang Kerendahan Hati Nabi SAW. Sebagai Pelajaran Umat

159
×

Beberapa Kisah Tentang Kerendahan Hati Nabi SAW. Sebagai Pelajaran Umat

Sebarkan artikel ini

Aku (penyusun) mengatakan: Tirmidzi menambahkan riwayat dari Anas: Menjenguk orang sakit, dan menghadiri (acara pemakaman) jenazah.

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (1/95) dari Anas dengan panjang lebar.

4. Perkataan Abu Musa, Ibnu ‘Abbas, dan Anas Radhiyallahu ‘Anhum Mengenai Hal Ini

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa naik keledai, mengenakan pakaian wol, memerah sendiri susu kambing dengan menjepit kakinya, dan menyajikan sendiri jamuan untuk tamu.

[Hadis ini gharib ditinjau dari rangkaian sanad ini. Para muhadditsin tidak meriwayatkannya, dan sanadnya yang jayyid].

[Demikian dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah (6/45)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dari Abu Musa dengan lafal yang sama dan para perawinya adalah perawi kitab Shabib,-sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (9/20).

Menurut riwayat Thabarani dari ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Beliau biasa duduk di atas tanah dan makan di atas tanah, memerah sendiri susu kambing dengan menjepit kakinya, memenuhi undangan hamba sahaya untuk menikmati roti jewawut.

[Sanadnya hasan, -sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (9/20)].

Menurut riwayatnya pula dari (ibnu ‘Abbas), ia berkata: Adakalanya seseorang yang tinggal di kawasan tinggi Kota Madinah mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tengah malam untuk menikmati roti jewawut, maka beliau pun memenuhi undangannya.

[Para perawinya tsiqah, sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (9/20)].

Menurut riwayat Tirmidzi dalam Kitab asy-Syama ‘il (hal. 23) dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat undangan makan dengan jamuan roti jewawut dan lemak yang baunya sudah agak berubah, beliau tetap memenuhinya.

Beliau memiliki sebuah baju besi (yang digadaikan) kepada seorang yahudi.

Beliau tidak memiliki sesuatu untuk menebusnya sampai beliau wafat.

5. Perkataan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Hal yang Sama

ABU YA’LA meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang memanggil Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak tiga kali.

Setiap kali dipanggil, beliau menyahut, “Labbaik, labbaik.”

[Haitsami (9/20) berkata: Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Kitab al-Musnadul-Kabir dari gurunya Jubarah bin Mughallas, yang dinyatakan tsiqah oleh ibnu Numair dan dinyatakan dha’if oleh jumhur.

Sedangkan para rawi lainnya tsiqah dan merupakan para perawi Kitab Shahih].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul-Auliya’, Tammam dan Khathib Baghdadi, sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummál (4/45).

error: Allahu Akbar