Akhirnya mereka menyadari bahwa ia adalah orang yang istimewa.
Maka mereka bertanya, “Siapakah kamu?”
Orang itu menjawab, “Demi Allah! Aku tidak akan memberitahukan jati diriku kepada kalian agar kalian memujiku. Dan aku juga tidak akan memberitahukan kepada yang lain agar mereka menyanjungku. Akan tetapi aku memuji Allah dan aku rela dengan pahala-pahala dari-Nya.”
Lalu mereka menyuruh seseorang agar membuntutinya, hingga orang itu kembali kepada kawan-kawannya, kemudian bertanya mengenai jati diri orang tersebut.
Ternyata orang itu adalah ‘Amir bin Abdul-Qais.
3. Kesaksian Sa’d dan Jabir Radhiyallâhu ‘Anhumê Mengenai Pasukan Muslimin yang Menaklukkan Qadisiyah
lBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Târikh-nya (3/128) dari jalur sanad Saif dari Muhammad, Thalhah, Muhallab dan yang lainnya, mereka mengatakan: Suatu ketika Sa’d radhiyallâhu ‘anhu berkata, “Demi Allah! Sesungguhnya pasukan ini adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Seandainya bukan karena keistimewaan yang telah dimiliki oleh Ahli Badar, tentu aku akan berkata, ‘Demi Allah! Mereka memiliki keistimewaan sepertihalnya keistimewaan Ahli Badar.
Sungguh, aku telah menyelidiki sebagian dari Ahli Badar. Aku mendapati adanya kekhilafan dalam hal ghanimah yang mereka peroleh.
Namun hal seperti itu tidak aku ketahui dan tidak pernah aku dengar dari Pasukan Qadisiyah.
Ibnu Jarir meriwayatkan beserta sanadnya dalarn Kitab Tarikh-nya (3/128) dari Jabir bin Abdullah radhiyallhu ‘anhumá, ia berkata, “Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain Dial Kami tidak mendapati satu orang pun dari pasukan muslimin yang menaklukan Qadisiyah, yang menginginkan keduniaan di samping pahala akhirat.
Sungguh, semula kami mencurigai tiga orang. Namun ternyata sifat amanah dan zuhud mereka tidak seperti yang kami duga. Mereka adalah Thulaihah bin Khuwailid, Amr bin Ma’dikarib, dan Qais bin Maksyuh.”
4. Ucapan Umar Radhiyallâhu ‘Anhu Mengenai Orang yang Membawa Perhiasan dan Pedang Milik Kisra Kepadanya
lBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Tarikh-nya (3/128) dari Qais Al-ljli, ia berkata: Tatkala sebuah pedang, ikat pinggang, dan perhiasan-perhiasan milik Kisra diserahkan kepada Umar radhiyallôhu anhu, ia berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang menyerahkan barang-barang ini adalah orang orang yang memiliki sifat amanah.”
Lalu Ali radhiyallähu ‘anhu berkata, “Sungguh, engkau telah menahan diri dari apa yang diharamkan oleh Allah, maka rakyat pun ikut menahan diri.”






