7 - Pemimpin

Dialog Tentang Khilafah di Pendopo Bani Saidah dan Awal Pembaiatan Abu Bakar Sebagai Pemimpin Kaum Muslimin

14
×

Dialog Tentang Khilafah di Pendopo Bani Saidah dan Awal Pembaiatan Abu Bakar Sebagai Pemimpin Kaum Muslimin

Sebarkan artikel ini

MENURUT riwayat Ibnu Abi Syaibah mengenai hadis Ibnu Abbas dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa pada waktu itu, kaum muslimin tengah disibukkan dengan wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lalu beberapa datang menemui kami dan mengatakan bahwa orang-orang Ansar telah berkumpul di pendopo bani Sa’idah bersama Sa’ad bin ‘Ubadah untuk mengadakan baiat.

Aku, Abu Bakar dan Abu ‘Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu berangkat cepat-cepat mengikuti mereka, karena khawatir mereka akan membuat sesuatu yang baru dalam Islam.

Di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan dua orang dari Ansar (dua orang yang jujur) ‘Uwaim bin Sa’idah dan Ma’n bin ‘Adi radhiyallahu ‘anhuma.

Mereka bertanya, “Mau ke mana kalian?”

Kami menjawab, “Hendak menjumpai kaummu, karena kami telah mendengar kabar tentang mereka?”

Mereka berkata, “Kembalilah kalian. Mereka tidak akan berselisih dengan kalian dan tidak akan terjadi sesuatu yang tidak kalian sukai.

Kami tidak mau kembali, dan tetap meneruskan perjalanan (dan aku pun menyiapkan dalam benakku perkataan yang ingin aku sampaikan) hingga sampai kepada mereka.

Mereka sedang duduk. Di sana ada Sa’ad bin ‘Ubadah berbaring di atas dipan karena sakit.

Setibanya kami di sana, mereka berkata, “Wahal, segenap orang-orang Quraisy! Kita angkat seorang pemimpin dari pihak kami (Ansar) dan seorang pemimpin dari kalian (Muhajirin).”

Hubab bin Mundzir mengatakan, “Akulah yang punya pendapat terbaik dan cerdik dalam masalah ini.

Demi Allah, jika kalian mau, kita kembali sulut api peperangan seperti dahulu.”

Abu Bakar berkata, “Tetap tenanglah kalian!”

Lalu aku pun hendak berbicara. Abu Bakar menyela, “Diam kamu Umar!”

Lalu, Abu Bakar membaca tahmid dan tsand’ kepada Allah, kemudian mengatakan, “Wahai segenap kaum Ansar! Demi Allah, kami tidak memungkiri keutamaan kalian dan kedudukan kalian dalam Islam ataupun hak kalian atas kami.

Namun, kalian sendiri tahu bahwa orang-orang Quraisy memiliki kedudukan tersendiri di mata seluruh orang Arab, tidak ada kabilah lain yang memiliki kedudukan seperti itu.

Kalian tahu pula bahwa seluruh orang Arab tidak akan bisa bersatu kecuali di bawah pimpinan seorang laki-laki Quraisy.

Kami adalah para pemimpin dan kalian adalah tangan kanannya.

Takutlah kalian kepada Allah!Jangan memecah-belah Islam dan jangan menjadi orang yang pertama kali mengada-adakan perkara baru dalam Islam.

Perhatikan! Aku setuju terhadap salah satu dari dua orang ini sebagai pemimpin kalian. (Yakni aku (Umar) dan Abu ‘Ubaidah bin Jarrah) Siapa pun di antara keduanya yang kalian baiat, adalah orang yang dapat kalian percaya.”

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Demi Allah, semua yang semula hendak aku katakan sudah ia sampaikan, kecuali kalimat yang terakhir itu.

error: Content is protected !!