7 - Pemimpin

Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khattab dan Penyerahan Urusan Khilafah KepadaEnam Sahabat Utama

2
×

Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khattab dan Penyerahan Urusan Khilafah KepadaEnam Sahabat Utama

Sebarkan artikel ini

THABRANI meriwayatkan beserta sanadya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Setelah Abu Lu’lu’ah menikam Umar radhiallahu ‘anhu dengan dua tusukan, Umar berpikir bahwa mungkin dia punya dosa yang tidak la ketahui terhadap rakyatnya.

Lalu, Umar memanggil Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu (Umar sangat suka dan dekat dengannya serta selalumendengarkan kata-katanya).

Umar berkata, “Aku ingin kita mencari tahu apakah peristiwa ini merupakan hasil persekongkolan sekelompok orang ataukah tidak.”

Lantas Ibnu Abbas pun keluar untuk mencari tahu. Setiap kali dia berpapasan dengan sekelompok orang, semua orang itu menangis.

Ia pun kembali kepada Umar dan berkata, “Wahai, Amirul Mukminin, setiap kali aku melewati sekelompok orang, semuanya menangis. Seakan-akan pada hari ini mereka kehilangan anak-anak sulung mereka.”

Umar bertanya, “Siapakah yang membunuhku?”

Ibnu Abbas menjawab, “Abu Lu’lu’ah, seorang majusi, budak milik Mughirah bin Syubah.”

Ibnu Abbas berkata, “Aku melihat ada sirat kegembiraan di wajahnya.”

Umar radhiyallahu ‘anhu mengucapkan, “Segala puji bagi Allah, yang tidak mengujiku dengan seseorang yang akan menghujatku dengan ucapan La llaha illallah.

Ingat dulu aku telah melarang kalian mendatangkan budak-budak kafir ‘ajam (non-Arab), tapi kalian tidak mengindahkan laranganku.”

Kemudian ia berkata, “Panggilkan saudara-saudaraku ke sini.”

Orang-orang balik bertanya, “Siapakah mereka itu?”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhum.”

Lalu, dikirimlah utusan kepada mereka. Kemudian, Umar meletakkan kepalanya di pangkuanku.

Setelah mereka datang, aku berkata, “Mereka telah datang.”

Umar menyahut, “Ya. Aku telah berpikir secara mendalam mengenai urusan kaum muslimin, dan aku dapati bahwa kalian (wahai enam orang yang aku panggil) adalah para ketua dan panutan masyarakat.

Tidak ada yang pantas mengurusi masalah khilafah ini selain kalian.

Jika perbuatan kalian lurus maka urusan rakyat pun akan lurus, dan jika terjadi perselisihan di antara kalian, maka perselisihan juga akan timbul di kalangan mereka.”

(Ibnu Umar melanjutkan:) Ketika aku mendengarnya menyebutkan perselisihan dan perpecahan dengan kata-kata ‘….. wa in yakun…(… dan jika terjadi…), aku tahu bahwa hal itu akan benar-benar terjadi, karena kata-katanya jarang sekali tidak menjadi kenyataan.

Kemudian, banyak darah keluar dari lukanya. Orang-orang pun saling berbisik di antara mereka, sehingga aku khawatir jika mereka akan membaiat salah seorang diantara mereka.

error: Content is protected !!