IBNU RAHAWAIH, ‘Adani, Baghawi, dan ibnu Khuzaimah meriwayatkan beserta sanadnya dari Rafi’ bin Abi Rafi’, katanya: Setelah orang-orang mengangkat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah, aku berkata, “Ini sahabatku (Abu Bakar), yang berpesan kepadaku agar tidak menjadi pemimpin atas dua orang!”
Kemudian, aku pergi menuju Madinah dan menjumpai Abu Bakar. Aku bertanya kepadanya, “Apakah kamu mengenaliku?”
la menjawab, “Ya.”
Aku bertanya lagi, “Apakah kamu ingat sesuatu yang pernah kamu katakan kepadaku?
Engkau katakan jangan mau dijadikan pemimpin meski hanya atas dua orang, sedangkan kini engkau sendiri menjadi pemimpin umat?”
Abu Bakar menjawab, “Sesungguhnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat di saat masih banyak orang-orang yang baru meninggalkan kekufuran. Aku khawatir jika mereka menjadi murtad atau berselisih.
Oleh karena itu, aku menerima jabatan khilafah meski aku tidak suka. Lagi pula sahabat-sahabatku terus mendesakku untuk menerimanya.”
Abu Bakar pun terus menyampaikan alasannya kepadaku hingga aku menerima alasannya.
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘UmmÃ¥l (3/125)]





