11 - Iman

Iman Kepada Para Malaikat

2
×

Iman Kepada Para Malaikat

Sebarkan artikel ini

1. Perkataan Ali Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Pembangkangan Air dan Angin terhadap Malaikat pada Peristiwa Kaum Nuh dan ‘Ad

IBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Setiap tetes air yang jatuh pasti dengan takaran pada kedua tangan malaikat, kecuali pada peristiwa kaum Nuh ‘alaihis-salâm.

Ketika itu, air diizinkan untuk turun tanpa melalui takaran para malaikat penjaga khazanah. Maka air pun keluar dengan membangkang terhadap para malaikat penjaga khazanah.

Itulah makna firmanNya:

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الجَارِيَةِ ﴾ (الحافة: (١)

“Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera.” (QS. Al-Haqqah: 11).

Dan setiap angin yang bertiup pasti dengan takaran pada kedua tangan malaikat kecuali pada peristiwa kaum ‘Ad.

Ketika itu, angin diizinkan bertiup tanpa melalui takaran para malaikat penjaga khazanah. Maka ia pun keluar (tanpa takaran).

Itulah.makna firmanNya:

وَأَمَّا عَادُ فَأُهْلِكُوا بِرِيحِ صَرْرِ عَاتِيَةٍ  (الحافة: 6)

“Adapun, kaum Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.” (QS. Al-Haqqah: 6).

Yakni, angin itu membangkang terhadap para malaikat penjaga khazanah.

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (1/273)].

2. Ucapan Salman Radhiyallahu ‘Anhu Menjelang Wafatnya, “Aku Memiliki Tamu yang Akan Datang Menemuiku.”

IBNU SA’D meriwayatkan beserta sanadnya dari Sya’bi dari Jazl dari istri Salman radhiyallahu ‘anhuma yang bernama Buqairah, bahwa ketika Salman di ambang wafat, ia memanggilku.

Ketika itu, ia berada di kamar lantai atas miliknya, yang memiliki empat pintu. Lalu, ia berkata, “Bukalah pintu-pintunya, wahai Buqairah, karena hari ini aku memiliki tamu.

Aku tidak mengetahui dari pintu yang mana mereka akan masuk menemuiku.”

Kemudian, ia meminta agar diambilkan minyak kasturi miliknya, lalu berkata, “Campurilah ia dengan air di dalam bejana (dari tembaga atau batu).”

Aku pun melakukannya, kemudian ia berkata, “Percikkanlah ia di sekitar kasurku, kemudian turunlah kamu dan tetaplah di sana.

Lalu, ketika nanti kamu datang ke sini, kamu akan melihat sesuatu di atas kasurku.”

Maka ketika aku datang, aku dapati ternyata nyawanya telah diambil. la tampak seperti sedang tidur di atas tempat tidurnya. -Ada pula riwayat lain yang mirip dengannya.

error: Allahu Akbar