11 - Iman

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

2
×

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

Sebarkan artikel ini

11. Kisah Mu’adz Ketika Ditugaskan oleh Umar Radhiyallahu ‘Anhuma sebagai Petugas Zakat

ABDUR-RAZZAQ dan Mahamili dalam Kitabnya Al-Amáli meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’id bin Musayyab, bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menugaskan Mu’adz radhiyallahu ‘anhu sebagai petugas zakat untuk Bani Kilab.

la pun membagikan harta zakat di antara mereka tanpa menyisakan sedikit pun.

Akhirnya, ia pulang membawa alas pelana miliknya seperti yang ia bawa sewaktu berangkat, dengan memanggulnya di atas pundak.

Lalu, istrinya berkata kepadanya, “Mana oleh-olehnya, seperti halnya yang dibawa para pekerja untuk keluarganya?”

Mu’adz berkata, “Ada pengawas yang menyertaiku.”

Maka istrinya berkata, “Dulu engkau dapat memegang amanah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.

Namun, kini Umar radhiyallahu ‘anhu menugaskan pengawas bersamamu!”

Istri Mu’adz pun mengadu perihal Umar kepada para wanita dalam kabilahnya. Akhirnya, hal itu sampai kepada Umar.

Maka ia pun memanggil Mu’adz, lalu berkata, “Apakah aku menugaskan seorang pengawas bersamamu?”

Mu’adz berkata, “Aku tidak menemukan alasan lain untuk aku sampaikan kepada istriku selain itu.”

Maka Umar pun tertawa dan memberikan sesuatu kepada Mu’adz, lalu berkata, “Berikan ini kepada istrimu agar ia senang.”

Ibnu Jarir berkata: Yang dimaksud oleh Mu’adz sebagai pengawas dalam ucapannya itu adalah Allah ‘azza wajalla.

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (7/87)].

12. Hadis ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anhâ Mengenai Kisah Seorang Wanita yang Mengajukan Gugatan

IMAM AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ, ia berkata: Segala puji bagi Allah yang Maha Mendengar segenap suara. Sungguh telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ia berbicara kepada beliau ketika aku berada di sisi lain di dalam rumah. Aku tidak dapat mendengar apa pun yang ia katakan.

Lalu, Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat:

قدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِ لَكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ غَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعُ
بَصِيرُ (المجادلة ١)

“Sesungguhnya, Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah.

Dan Allah mendengar soal-jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mujadilah: 1).

Demikian ini diriwayatkan pula oleh Bukhari dalam Kitab tauhid secara mu’allaq.

[Demikian dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (4/319)].

error: Allahu Akbar