‘Aisyah berkata: Ketika itu, orang-orang sedang duduk di masjid menunggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk salat Isya.
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim pesan kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu agar mengimami orang-orang dalam salat.
Abu Bakar adalah orang yang lembut. Ia pun berkata (kepada Umar), “Wahai, Umar! Salatlah kamu bersama orang-orang sebagai imam.”
Lalu, Umar berkata, “Kamu lebih berhak menjadi imam.”
Maka Abu Bakar mengimami salat selama beberapa hari tersebut. -Lalu, perawi melanjutkan riwayatnya tentang keluarnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk salat berjamaah di masjid) sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
[Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (5/233)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi (8/151), ibnu Abi Syaibah -sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummal (4/59), dan ibnu Sa’d (2/218) dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
7. Kegembiraan Para Sahabat Karena Melihat Nabi SAW. Ketika Beliau Memandang Mereka Sewaktu Abu Bakar Mengimami Salat
IMAM BUKHARI meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Abu Bakar radhiyallĂ´ho ‘anhu mengimami salat para sahabat radhiyallahu ‘anhum ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit yang menyebabkan wafatnya.
Hingga ketika tiba hari Senin, sedangkan orang-orang sedang berbaris di dalam salat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyingkap tirai kamar, melihat ke arah kami dengan berdiri.
Wajah beliau yang sedang tersenyum terlihat begitu indah berseri bagaikan lembaran mushaf.
Ingin rasanya kami membatalkan salat karena saking gembiranya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Abu Bakar pun mundur ke belakang untuk bergabung dengan shaf pertama, karena mengira bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak keluar untuk salat.
Lalu, nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat kepada kami agar meneruskan salat hingga selesai.
Beliau pun menurunkan tirai. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pada hari itu.
Menurut riwayatnya pula dari rangkaian sanad yang lain dari Anas, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar rumah selama tiga hari.
Ketika iqamat dikumandangkan, Abu Bakar pun maju ke depan.
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memegang dan menyingkap tirai.
Ketika wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tampak jelas bagi kami, rasanya belum pernah kami melihat pemandangan yang lebih mengagumkan kami daripada wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu.
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat dengan tangannya kepada Abu Bakar agar maju ke depan.











