1. Kisah Seorang Sahabat Anshar yang Biasa Berjalan kaki ke Masjid dari Rumahnya yang Jauh
AHMAD, Muslim, Darimi, Abu ‘Awanah, ibnu Khuzaimah, dan ibnu Hibban meriwayatkan beserta sanadnya dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seorang laki-laki yang setahuku tidak ada orang yang lebih jauh dari masjid darinya. Orang itu tidak pernah melewatkan shalat (jamaah di masjid).
Lalu, dikatakan kepadanya, “Alangkah baiknya jika kamu membeli seekor keledai untuk kamu naiki dalam kegelapan dan di bawah panas terik.”
la berkata, “Tidak akan membuatku senang seandainya rumahku berada di samping masjid.
Aku ingin agar dihitung pahala atas jalan kakiku menuju masjid dan kembaliku kepada keluargaku.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah telah menghimpun semua itu untukmu.”
Menurut riwayat Thayalisi, Muslim, dan Ibnu Majah dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada salah seorang sahabat Anshar yang rumahnya paling jauh (dari masjid) di Madinah, namun ia tidak pernah melewatkan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Aku merasa kasihan kepadanya.
Aku pun berkata kepadanya, “Hai, Fulan. Alangkah baiknya jika kamu membeli seekor keledai untuk melindungi dirimu dari panas yang terik dan juga melindungimu dari hewan-hewan berbisa.”
la berkata, “Sungguh, demi Allah, aku tidak mau seandainya rumahku bergandengan dengan rumah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Maka ucapannya ini terasa berat terdengar olehku sehingga aku pun datang kepada Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melaporkannya, Lalu, beliau memanggil orang itu.
Maka (setelah datang dan ditanya,) orang itu berkata kepada beliau seperti itu juga. Orang itu pun menyampaikan bahwa ia mengharapkan pahala dari tapak kakinya.
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Kamu akan mendapatkan pahala yang kamu harapkan.”
Abu Dawud dan Humaidi meriwayatkan pula beserta sanadnya dengan lafal yang semakna.





