12 - Shalat

Menjaga Kebersihan dan Kesucian Masjid

3
×

Menjaga Kebersihan dan Kesucian Masjid

Sebarkan artikel ini

1. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Memerintahkan Agar Membangun Masjid di Perkampungan dan Menjaga Kesuciannya

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Urwah bin Zubair dari orang yang menceritakan kepadanya dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami agar membuat masjid di perkampungan kami, merawat bangunannya dan menjaga kesuciannya.

[Haitsami (2/11) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad, dan sanadnya shahih].

Menurut riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar membangun masjid di perkampungan, menjaga kebersihannya dan mewangikannya.

(Demikian dalam kitab Misykatul-Mashabih (hal. 61)].

2. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Melihat Seorang Wanita yang Biasa Membersihkan Masjid Berada di Surga Setelah Meninggal

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita yang biasa memunguti kotoran dari masjid.

Ketika wanita itu meninggal, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak diberitahu tentang pemakamannya.

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila ada salah seorang diantara kalian yang meninggal, beritahukanlah kepadaku.”

Beliau pun menyalatinya dan berkata, “Aku melihatnya di surga sedang memunguti kotoran dari masjid.”

[Haitsami (2/10) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir dan ia berkata dalam keterangan tentang para sahabiyah: Wanita idiot berkulit hitam yang biasa membuang kotoran dari masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Setelah menyebutkan keterangan ini, Thabarani menyebutkan sanad dari Anas radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: -Lalu perawi melanjutkan hadisnya- Para perawi dalam sanad Anas adalah para perawi kitab Shahih.

Sedangkan dalam sanad ibnu Abbas terdapat Abdul-‘Azíz bin Fa’id dan dia adalah perawi yang majhúl.

Ada yang mengatakan bahwa ia adalah Fa’id bin Umar, namun itu adalah anggapan keliru).

3. Umar Radhiyallâhu ‘Anhu Mengasapi Masjid Nabawi dengan Wewangian

ABUH YA’LA meriwayatkan beserta sanadnya dari ibnu Umar radhiyallâhu ‘anhumâ, bahwa Umar biasa mengasapi Masjid Rasulullah dengan wewangian setiap Hari Jumat.

[Haitsami (2/11) berkata: Dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Umar Al-Umari, dinyatakan tsiqah oleh Ahmad dan yang lainnya, namun diperselisihkan apakah riwayatnya dapat dijadikan hujah].

error: Allahu Akbar