1. Umar Radhiyallahu ‘Anhu Siuman dari Pingsannya Ketika Diserukan Shalat
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Miswar bin Makhramah, ia berkata: Suatu ketika aku menjenguk Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu ketika ia ditutupi kain.
Aku pun bertanya, “Bagaimana keadaannya?”
Mereka berkata, “Seperti yang kamu lihat.”
Aku berkata, “Bangunkan ia dengan seruan salat, karena kalian tidak akan bisa membangunkannya dengan sesuatu yang lebih dapat mengejutkannya daripada salat.”
Maka mereka berseru, “Salat, wahai Amirul-Mukminin!” Umar (siuman dan) berkata, “Ya, Allah! Tidak ada hak’ dalam Islam bagi orang yang meninggalkan salat.”
Lalu, Umar mendirikan salat meskipun lukanya mengalirkan darah.
[Haitsami (1/295) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (3/350) dari Miswar bahwa setelah Umar ditikam, ia pun pingsan. Lalu, ada yang berkata, “Kalian tidak akan berhasil mengejutkannya selain dengan seruan salat, jika memang ia masih hidup.”
Lalu, ia berseru, “Salat, wahai Amirul-Mukminin! Salat telah didirikan!”
Maka Umar pun siuman lalu berkata, “Salat! Ya, Allah! Tidak ada bagian (kebaikan) dalam Islam (bagi orang yang meninggalkan salat).” -Lalu perawi melanjutkan hadisnya dengan lafal yang sama.
2. Utsman Radhiyallahu ‘Anhu Menghidupkan Seluruh Malamnya Dengan Mengkhatamkan Alquran dalam Satu Rakaat Shalat
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Muhammad bin Miskin, ia berkata: Istri Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata ketika orang-orang (para pemberontak) mengepungnya, “Apakah kalian ingin membunuhnya? Jika kalian ingin membunuhnya atau meninggalkannya, ketahuilah bahwa ia biasa menghidupkan seluruh malamnya dengan mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat.”
[Sanadnya hasan, -sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (9/94)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul-Auliya (1/57) dari Muhammad bin Sirin dengan lafal yang sama, hanya saja dalam riwayatnya disebutkan: Ketika orang-orang (para pemberontak) mengepungnya dan ingin membunuhnya.
Menurut riwayatnya pula dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:.Istri Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata ketika orang-orang (para.pemberontak) telah membunuhnya, “Kalian telah membunuhnya, padahal ia biasa menghidupkan seluruh malam dengan mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat?”
[Abu Nu’aim berkata: Demikianlah yang dikatakan oleh Anas bin Malik, namun orang-orang meriwayatkannya dengan menyebutkan: Anas bin Sirin).






