13 - Ilmu

Menjelang Kematian, Muadz Ingatkan Orang yang Menangisinya tentang Iman dan Ilmu

5
×

Menjelang Kematian, Muadz Ingatkan Orang yang Menangisinya tentang Iman dan Ilmu

Sebarkan artikel ini

Kemudian, ia pun siuman, sementara aku menangis di hadapannya.

la pun bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

Aku berkata, “Demi Allah, aku menangis bukan karena dunia yang aku dapatkan darimu, tidak pula karena hubungan nasab antara kita.

Akan tetapi, aku menangis karena ilmu dan hukum yang telah aku dengar darimu kini akan pergi.”

Mu’adz berkata, “Kalau begitu, jangan menangis! Karena ilmu dan iman akan tetap ada.

Barangsiapa mencari keduanya, pasti ia akan menemukannya. Maka carilah ia sebagaimana Ibrahim ‘alaihis-salám mencarinya!

Ketika tidak mengetahui apa-apa, Ia bertanya kepada Allah ta’ala.”

Mu’adz pun membaca ayat:

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ ﴾ (الصافات: ١٩)

“Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya, aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Ash-Shäffät: 99).

Lanjut Mu’adz, “Sepeninggalku nanti, carilah ilmu pada empat orang, namun jika kamu mendapatkannya pada salah satu di antara mereka, maka cari tahulah tentang orang Alim yang paling ditokohkan dan dihormati.

Keempat orang itu adalah: Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Salam, Salman, dan ‘Uwaimir Abu Darda.

Hindarilah kekeliruan orang bijak dan kata bijak orang munafik!”

Yazid berkata: Aku berkata, “Bagaimana aku bisa mengetahui kekeliruan orang yang bijak?”

Mu’adz berkata, “Itu adalah perkataan berisi perkara menyesatkan yang dilontarkan oleh
setan pada lidah seseorang, namun tidak menahannya sehingga terucap tanpa merenungkan sebelumnya.

error: Allahu Akbar