Yaitu: Empat ayatnya pertama, ayat kursi, dua ayat sesudahnya, dan tiga ayatnya yang terakhir.”
[Haitsami (10/118) berkata: Para perawinya adalah perawi Kitab Shahih, hanya saja Sya’bi tidak mendengar langsung dari Ibnu Mas’ud].
3. Kisah Ubay Bin Ka’b Bersama Seorang Jin Sehubungan dengan Ayat Kursi
NASA’I, Al-Hakim, Thabarani, Abu Nu’aim serta Baihaqi -keduanya dalam kitab yang judulnya sama-: Dalâ’ilun-Nubuwwah, Sa’id bin Manshur dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia memiliki sebuah lumbung yang berisi kurma.
la biasa memeriksanya, namun suatu ketika ia mendapati bahwa kurmanya berkurang.
Maka pada suatu malam, ia mengawasi lumbung tersebut. Tiba-tiba ia mendapati sesosok makhluk seperti anak yang sudah baligh.
Lalu, aku mengucapkan salam kepadanya, maka ia pun menjawab salamku. Aku berkata, “Kamu ini jin atau manusia?”
la menjawab, “Aku seorang jin.”
Aku berkata, “Ulurkan tanganmu kepadaku!”
Maka ia pun mengulurkan tangannya kepadaku.
Ternyata tangannya seperti tangan anjing, dan rambutnya seperti rambut anjing.
Lalu, aku berkata, “Seperti inikah bentuk jin?”
la berkata, “Sungguh, bangsa jin sudah tahu bahwa diantara mereka tidak ada seorang jin yang lebih kuat daripada aku.”
Aku bertanya, “Apa yang mendorongmu untuk mencuri kurma milikku?”
la berkata, “Telah sampai kabar kepada kami bahwa kamu adalah orang yang suka bersedekah.
Maka kami pun ingin mendapatkan bagian dari makananmu.”
Aku bertanya, “Lalu, apa yang bisa melindungi kami dari perbuatan kalian?”






