Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu ‘Abbas, la berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami tasyahhud, sebagaimana beliau mengajari kami surat Alquran.
Ada pula riwayat Ibnu Abi Syaibah dari ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dengan lafal seperti pada riwayat Ibnu ‘Abbas.
Menurut riwayatnya pula dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajariku tasyahhud, sedangkan telapak tanganku berada diantara kedua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajariku surat Alquran. -Lalu, ia menyebutkan tasyahhud.
Menurut riwayat ‘Askari dalam Kitab Al-Amtsal dari ibnu Mas’ud, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami awal-awal surat Alquran atau: Perkataan yang singkat namun padat (Alquran) serta ayat-ayat pertama pada surat-suratnya.
Beliau pun mengajari kami khutbah untuk shalat, dan khutbah untuk keperluan tertentu. Kemudian, ia menyebutkan tasyahhud.
Menurut riwayat Ibnu Najjar dari Aswad, ia berkata: Abdullah (bin Mas’ud) mengajari kami tasyahhud, sebagaimana ia mengajari kami surat Alquran.
Bahkan ia membetulkan bacaan tasyahhud kami, apabila ada kesalahan membaca Alif dan wawu.
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummál (4/218-219)].
3. Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu Mengajarkan Shalat Kepada Seseorang yang Tidak Mengerjakannya Dengan Baik
ABDUR-RAZZAQ, Ibnu Abi Syaibah, Bukhari, dan Nasa’i meriwayatkan beserta sanadnya dari Zaid bin Wahb, ia berkata: Suatu ketika Hudzaifah masuk ke dalam masjid, lalu ia dapati seseorang sedang mengerjakan shalat.
Namun, orang itu tidak melakukan rukuk dan sujud dengan sempurna.
Setelah orang itu selesai shalat, Hudzaifah berkata kepadanya, “Sejak kapan kamu shalat dengan shalat seperti itu?”
Orang itu berkata, “Sejak empat puluh tahun.”
Lalu, Hudzaifah berkata, “Selama empat puluh tahun ini, kamu tidak mengerjakan shalat (dengan sempurna).
Jika kamu mati sedang shalatmu seperti ini, maka kamu mati tidak di atas fitrah yang dibawa oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”






