19 - KarakterUpdate

Sikap Toleran Kaum Muslimin saat Berkuasa terhadap Orang Kafir Dzimmi

221
×

Sikap Toleran Kaum Muslimin saat Berkuasa terhadap Orang Kafir Dzimmi

Sebarkan artikel ini

Kemudian Salman mengajari kami tentang perkara-perkara agama. la mengatakan, “Shalatlah kalian pada waktu antara Shalat Maghrib dan Isya, karena dengan demikian, jatah bacaan Al-Qur’an harian kalian akan menjadi ringan dan terhindar dari kelalaian pada permulaan malam.

Sesungguhnya, kelalaian pada permulaan malam itu akan dapat merusak keadaan pada akhir malam.”

Mengambil Pelajaran dari Keadaan Orang-orang yang Meninggalkan Perintah Allah

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliyå (1/216) dari Jubair bin Nufair radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Tatkala Siprus dapat ditaklukkan oleh kaum muslimin, maka para penduduknya tercerai-berai sehingga mereka saling menangisi.

Ketika itu aku melihat Abu Darda radhiyallâhu ‘anhu duduk seorang diri seraya menangis. Aku pun bertanya kepadanya, “Hai Abu Darda’! Apa yang membuatmu menangis pada hari ketika Allah memuliakan Islam dan kaum muslimin?”

la mengatakan, “Payah kamu hai Jubair! Betapa hinanya manusia di hadapan Allah apabila mereka meninggalkan perintah-Nya.

Dahulu mereka adalah suatu bangsa yang kuat dan unggul di atas bangsa-bangsa lainnya serta memiliki kekuasaan.

Namun karena mereka meninggalkan perintah Allah, akhirnya mereka menjadi seperti apa yang kamu lihat ini.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Jarir dalam kitab Târikh-nya (3/318) dari Jubair dengan lafal yang sebagian besarnya sama. Dan setelah kata-kata: ‘akhirnya mereka menjadi seperti apa yang kamu lihat ini, ia menambahkan, “Lalu Allah menjadikan mereka sebagai orang-orang tawanan. Dan apabila suatu kaum menjadi tawanan, maka mereka tidak ada harganya di sisi Allah.”

error: Allahu Akbar