6 - Jihad

Ancaman terhadap Orang yang Memilih Bersama Keluarga dan Hartanya namun Meninggalkan Jihad

184
×

Ancaman terhadap Orang yang Memilih Bersama Keluarga dan Hartanya namun Meninggalkan Jihad

Sebarkan artikel ini

Lalu Abu Ayyub radhiyalldhu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya ayat yang kalian maksud diturunkan berkenaan dengan kami, orang-orang Anshar.

Setelah Allah menolong Nabi-Nya dan memenangkan Islam, kami pun berkata, ‘Marilah kita tinggal di kampung halaman untuk mengurusi dan membenahi kebun-kebun kita.’

Maka Allah subhânahû wata’âlâ mewahyukan ayat, ‘Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.’

Yang dimaksud menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan adalah tinggal di kampung halaman untuk mengurusi dan membenahi kebun-kebun kita serta meninggalkan jihad di jalan Allah.”

Lalu Abu Ayyub senantiasa berjihad di jalan Allah hingga akhirnya ia dikebumikan di Konstantinopel.

Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu ‘Imran radhiyalldhu ‘anhu, ia berkata: Sewaktu perang di Konstantinopel, seorang lelaki dari kalangan Muhajirin menyerang barisan musuh sendirian hingga berhasil menjebol barisan musuh.

Ketika itu, bersama kami ada Abu Ayyub Al-Ansari radhiyalldhu ‘anhu.

Melihat tindakan lelaki itu, beberapa orang berkata, “Orang itu telah menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan.”

Lalu Abu Ayyub radhiyalldhu ‘anhu berkata, “Kami lebih mengetahui tentang ayat ini. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan diri kami. Kami telah menemani Rasulullah shallâlâhu ‘alaihi wasallam, mengikuti banyak peperangan bersama beliau, serta menolong beliau.

Ketika agama Islam telah tersebar dan mendapatkan kemenımgan, maka kami -orang-orang Anshar- mengadakan pertemuan untuk mempererat hubungan baik di antara kami karena Islam.

Kami pun berkata, ‘Allah telah memuliakan kita dengan menjadikan kita sebagai sahabat Nabi-Nya shallâlâhu ‘alaihi wasallam dan membantunya sehingga agama Islam tersebar luas dan bertambah banyak pengikutnya.

Dahulu, kita telah mengutamakan beliau melebihi istri, harta benda, dan anak-anak kita, sedangkan kini peperangan telah usai.

error: Allahu Akbar