6 - Jihad

Ancaman terhadap Orang yang Sibuk dengan Pertanian dan Meninggalkan Jihad

3
×

Ancaman terhadap Orang yang Sibuk dengan Pertanian dan Meninggalkan Jihad

Sebarkan artikel ini

1. Sanggahan Umar Radhiyallahu ‘terhadap Perbuatan Abdullah Al-‘Ansi

IBNU ‘A’IDZ meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Maghâzi dari Yazid bin Abu Habib, ia berkata: Ketika sampai kabar kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa Abdullah bin Hurr Al-‘Ansi radhiyallahu ‘anhu menggarap sebidang tanah (milik ahludz-dzimmah) di Syam sebagai lahan pertaniannya, Umar mengizinkan kaum muslimin untuk mengambil hasil pertanian tersebut.

Umar berkata kepadanya, “Kamu sengaja pergi menuju kehinaan dan kerendahan yang ada di leher-leher para pembesar (para pemilik tanah dari kalangan ahludz-dzimmah), lalu kamu letakkan pada lehermu sendiri.”

[Demikian dalam kitab Al-Ishâbah (3/88)].

2. Sanggahan Abdullah bin ‘Amr Bin ‘Ash terhadap Orang yang Meninggalkan Jihad

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya
(1/291) dari Yahya bin Abu ‘Amr Asy-Syaibani ia berkata: Suatu ketika beberapa orang penduduk Yaman lewat di hadapan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma.

Mereka pun berkata kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang
seorang lelaki yang telah memeluk Islam dengan amaliah keislaman yang baik, berhijrah dengan cara yang baik, dan berjihad dengan cara yang baik pula, kemudian ia kembali kepada orangtuanya di Yaman, lalu berbakti dengan penuh kasih sayang
kepada mereka berdua?”

Abdullah balik bertanya, “Bagaimana pendapat kalian sendiri?”

Mereka menjawab, “Kami berpendapat bahwa orang itu telah berbalik ke belakang.”

Abdullah berkata, “Tidak demikian. Justru ia berada di dalam surga. Namun aku akan memberi tahu kalian mengenai orang yang berbalik ke belakang, la adalah seorang lelaki yang telah memeluk Islam dengan amaliah keislaman yang baik, berhijrah dengan cara yang baik, dan berjihad dengan cara yang baik pula.

Kemudian ia pergi menuju ke sebidang tanah (ladang) milik seorang Nabath. la pun mengambil alih ladangnya sekaligus kewajiban membayar jizyah dan gaji bulanan
untuk tentara.

Lalu ia sibuk mengurusi ladang tersebut dengan menggarapnya, dan
meninggalkan jihad. Itulah orang yang berbalik ke belakang.”

error: Allahu Akbar