1. Mau’izah Abu ‘Ubaidah RA. kepada Pasukannya
ABU NU’AIM dalam Kitab Hilyatul-Auliya (1/102) meriwayatkan beserta sanadnya dari Nimrab bin Mikhmar Abul-Hasan dari abu ‘Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia biasa berjalan diantara pasukannya, lalu berkata, “Ketahuilah! Banyak orang yang membersihkan pakaiannya hingga menjadi putih, namun ia mengotori agamanya.
Ketahuilah! Banyak orang yang memuliakan dirinya, tapi sebenarnya ia menghinakannya.
Tebuslah dosa-dosamu yang lama dengan kebaikan-kebaikanmu yang baru.
Seandainya seseorang diantara kalian melakukan keburukan hingga memenuhi ruang antara dirinya dengan langit, kemudian ia berbuat kebaikan, niscaya kebaikan itu akan naik ke atas keburukan tersebut dan
mengalahkannya.”
2. Pesan Abu ‘Ubaidah RA. Setelah Terkena Penyakit Pes dan Perkataannya tentang Hati Seorang Mukmin
IBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’id bin Abu Sa’id Al-Maqburi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Setelah Abu ‘Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu terkena penyakit pes di Jordan, dan di sana pula kuburnya, ia memanggil kaum
muslimin yang hadir di sana dengan berkata, “Sesungguhnya aku berpesan kepada kalian dengan satu wasiat, yang jika kalian mengamalkannya, niscaya kalian tetap berada dalam kebaikan:
Dirikanlah shalat, bayarlah zakat, berpuasalah kalian pada bulan Ramadhan, berikanlah sedekah, tunaikanlah haji dan umrah.
Hendaklah kalian saling menasihati. Hendaklah kalian mempunyai iktikad baik terhadap para pemimpin kalian dan jangan berkhianat kepada mereka.
Jangan sampal kalian terlena oleh dunia, karena seandainya seseorang diberi umur seribu tahun, akhirnya ia pasti akan mengalami kematian seperti keadaan yang aku hadapi dan kalian lihat sendiri.
Sesungguhnya Allah telah menetapkan kematian terhadap bani Adam. Mereka semua pasti akan mati.
Orang yang paling cerdik diantara mereka adalah yang paling taat kepada Tuhannya dan paling banyak beramal untuk hari ketika ia kembali kepada Allah. Was-salamu ‘alaikum warahmatullah!”
(Kemudian ia berkata kepada Mu’adz,) “Hai Mu’adz bin Jabal! Imamilah shalat bersama orang-orang.
Setelah itu, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia.






