Kemudian Mu’adz bin Jabal berdiri di hadapan orang-orang, lalu berkata, “Hadirin sekalian! Bertobatlah kalian kepada Allah dengan tobat yang paling tulus.
Apabila seorang hamba berjumpa dengan Allah dalam keadaan bertobat dari dosanya, maka Allah pasti akan mengampuninya, kecuali utang yang menjadi tanggungannya, karena setiap hamba tergadaikan dengan utangnya.
Barangsiapa.diantara kalian memasuki waktu pagi dalam keadaan mendiamkan saudaranya, maka hendaklah ia menemuinya lalu menjabat tangannya.
Seorang muslim tidak pantas mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, karena perbuatan itu termasuk dosa besar.”
[Demikian dalam Kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummal (5/74)].
Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Hilyatul-Auliya (1/102) dari Abu ‘Ubaidah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Hati seorang mukmin bagaikan seekor burung pipit yang senantiasa berbolak-balik ke sana kemari sekian kali setiap hari.”






